Membutuhkan Pertolongan

1706 Kata

Boram merebahkan diri di atas tempat tidur memandang nyalang langit-langit kamarnya dengan bayangan wajah Arbian juga Sam yang berputar silih berganti. Mencoba merenungkan bagaimana sebenarnya perasaannya sendiri. Arbian jelas lelaki yang seharusnya dia terima menjadi suaminya bukan karena masalah balas budi itu tapi mungkin karena persamaan nasib. Lagi pula, laki-laki itu baik dan sayang keluarga. Tidak ada keraguan untuk menolaknya saat Arbian memintanya menjadi istrinya. Tapi masalahnya bukan hanya itu. Boram sadar ada yang tidak beres sedang dia rasakan terutama kenyataan di mana jantungnya selalu berdetak lebih kencang saat bersama Samudra. Cowok remaja yang merupakan siswanya sendiri. Boram mati-matian untuk mengenyahkan apapun perasaan yang ada untuk cowok itu. Dia harus sadar apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN