Di sebuah ruangan itu seorang pria dengan tubuh tegapnya tampak tengah menekan setiap tuts piano. Terdengar dentingan dari tuts piano yang berdayu dayu merdu tetapi mengandung sebuah kesedihan yang teramat sakit. Pria itu adalah Ranethan yang kesakitan karena rasa rindu ini pada Arinka. Gadis itu begitu saja menghilang setelah Ethan melewati masa kritisnya, dan terbangun dari komanya. Bahkan tak sekalipun dia datang menjenguk Ethan. Matanya kembali terpejam seakan dentingan itu seperti duri yang menyayat dirinya. Matanya memerah menahan air mata yang ingin luruh dari pelupuk matanya. Kenapa takdir harus seperti ini? Begitu pekat menahan rindu yang kian hari kian gersang. Setiap detik rindu begitu manja duduk di atas pangkuanku. Berbisik-bisik, merayuku untuk segera mencari ke

