Sesampai di rumah Aisya langsung merebahkan dirinya di atas ranjang, kepalanya terasa berdenyut hebat. Melihat wajah Aisya pucat Ardan segera pergi ke dapur membuatkan teh hangat untuknya, Aisya pasti kecapean tiga hari di pulau Gili Nanggu hampir tak pernah istirahat dengan baik, bagaimana istirahat tiap malam Ardan menggempur Aisya minim 2 ronde dan siangnya mereka habiskan dengan berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat istimewa di pulau itu. "Minum dulu sayang biar badannya enakan!" Ujar Ardan sembari meletakkan segelas tes di atas nakas, ia elus pipi Aisya yang terpejam. Aisya mengerjapkan mata lalu berusaha duduk dibantu oleh Ardan. "maaf Mas aku merepotkan Mas!" Ucap Aisya setelah meminum teh dan obatnya. Ardan selalu sedia P3K di rumah jadi tadi setelah membuat teh hangat Ardan

