Dua Puluh Dua

1364 Kata

"Mas berangkat sekarang? Sepagi ini?" Tanya Aisya keesokan harinya saat sarapan. "Sebentar aja kok sayang, ada urusan sedikit di kampus, kamu mau ikut?" Balas Ardan dengan tersenyum, sebenarnya ia masih ingin di rumah bersama istrinya namun urusan penting di kampus harus ia selesaikan sebelum semester depan. Ardan tersenyum saat melihat rambut Aisya yang masih basah dan tanda kissmark yang memenuhi leher jenjangnya ia teringat percintaan panasnya bersama Aisya semalam. "Mas ngapain lihat aku gitu? Tanya Aisya penasaran. Ia tahu suaminya pasti berpikir m***m, Aisya heran dengan tingkah suaminya akhir-akhir ini yang lebih banyak tersenyum dan kadang-kadang hanya menatap lama Aisya lalu pergi tanpa kata. "Klo lihat rambut basahmu rasanya aku ingin di rumah aja, sekalian aja dibasahi ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN