Dua Puluh Tiga

1370 Kata

"Sayang nggak papa? Ardan panik dengan cepat ia raih tubuh Aisya mengecek seluruh tubuhnya khawatir ada luka, lalu  Ardan syok saat melihat kaki Aisyah berdarah terkena pecahan kaca dan memerah karena terkena percikan kopi panas. Aisya hanya mematung tanpa merespon pandangannya terkunci pada mata sayu laki-laki paruh baya itu. "Anakku kamu nggak papa!" Ucap Hendra panik melihat putri si mata wayangnya terluka. Namun saat Hendra mendekat Aisya mundur selangkah, di matanya menyala kebencian yang teramat besar. Menyadari Aisya menolaknya Hendra tak berani menyentuh Aisya, ia sadar kesalahannya sangatlah besar dan tentu akan membuat Aisya trauma yang cukup dalam. "Aisya boleh tante bicara?" Marisa mendekat namun saat tangannya hendak menyentuh tangan Aisya, Aisya menyingkirkan tangannya. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN