Dua Puluh Sembilan

1457 Kata

Hari ini Aisya berencana menyekar ke makam Kamila mamanya bersama Ardan namun sebelum berangkat Ardan mendapatkan telpon dari Arfan dan ia harus segera ke kantor barunya saat itu juga. Akhirnya dengan terpaksa Ardan mengizinkan Aisya pergi sendiri menggunakan taxi. Sampai di pemakaman Aisya terkejut melihat sesosok lelaki duduk di samping makam, tangannya mengelus batu nisan Kamila dengan terisak, Aisya mendekat berlahan hatinya berkecamuk apa mungkin kata hatinya benar bahwa lelaki berpakaian jas hitam itu Hendra, papanya. Langkahnya terhenti saat Aisya mendengar lelaki itu berbicara dengan suara pilu yang menyanyat hati. "Mila Sayang, mengapa kau pergi secepat ini harusnya aku yang pantas menggantikanmu di sini, laki-laki b******k yang menghianati pernikahan kita, apa kau tau! Aku sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN