Tiga Puluh Tiga

1261 Kata

Rumah bernunda putih silver itu tampak ramai, kursi di ruang tamu digeser ke ruang tengah semua, karpet tergelar rapi menutupi seluruh lantai berwarna putih, aroma masakan memenuhi seluruh isi rumah. "Yang kok masih di kamar? Tamu undangan sudah mulai berdatangan, ayo turun." Ardan menghampiri istrinya yang duduk di kursi meja rias, Aisya memakai gamis bermotif flowy putih dengan hijab yang menutupi dadanya. "Kamu semakin cantik Yang!" puji Ardan memeluk Aisya dari belakang, tangannya mengelus perut Aisya yang tampak membuncit dengan sayang. "Gimana perasaanmu sekarang?" tanya Ardan dengan senyum khasnya yang memantul dari cermin. "Aku bahagia sekali Mas, terima kasih sudah membimbingmu dengan sabar!" jawab Aisya dengan mata berkaca-kaca lalu meraih tangan Ardan yang berada di bahuny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN