Semoga Ster Benar.

1047 Kata
Ben yang saat itu sudah pamit kepada Ster untuk pergi tentu saja langsung berangkat ke kampus untuk kembali melakukan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa di kampus tersebut, sambil sedikit memiliki keinginan untuk melihat kembali ke tempat dimana Ben melihat penganiayaan yang dirinya sudah jadikan artikel, hanya berniat untuk melihat saja tanpa melakukan apapun kecuali jika dirinya menemukan sesuatu yang aneh, atau mendesak untuk Ben ketahui. Tapi ketika Ben berada diluar perguruan, saat itu Ben sudah kembali bingung karena Ben melihat sudah ada mobil yang terparkir di depan perguruan dan mobil tersebut adalah mobil dari Shen. "Ben kau keluar juga. Kau sudah siap untuk pergi ke kampus kan?" tanya Shen. "Ah Shen, kenapa kau sudah ada disini lagi? mau apa kau kemari?" tanya Ben, aneh. "Ya seperti biasa Ben, kita satu kampus kan? jadi aku sudah ada disini sekarang karena aku sengaja mengajakmu agar pergi ke kampus bersamaku saja Ben. Ayo masuk, kau sudah siap untuk pergi ke kampus kan?" tanya Shen, lalu mengajak Ben masuk ke dalam mobil. "Ya baiklah Shen. Tapi kau benar-benar membuatku tak enak dengan perlakuanmu yang begitu baik Shen, kau begitu berlebihan bahkan sudah beberapa hari ini kau menjemputku lalu bahkan kau juga sampai mengantarkanku pulang. Sebenarnya itu tak usah kau lakukan Shen, aku merepotkanmu jika sampai kau terus melakukan hal seperti ini," ujar Ben. "Oh ayolah Ben, kau mulai merasa tidak enakan. Tenang saja Ben kau tak usah merasa merepotkanku, karena aku melakukan semua ini juga bukan karena kau yang minta kan? aku yang ingin melakukan ini sendirian, jadi t itu saja kau tidak sampai merepotkanku Ben. Tenang saja," ujar Shen. "Ya tapi apa tidak apa-apa Shen? maksudku, jadwal kau hadir di mata kuliah mu kan tidak sama dengan jadwal yang aku miliki, dan sekarangpun aku ingat betul jika sebenarnya jadwal kau masuk mata kuliah pertama lebih lambat dari aku kan Shen? lalu kenapa kau malah pergi secepat ini, dan malah menjemputku dulu? harusnya kau belum berangkat sekarang kan?" tanya Ben. "Sudahlah Ben, kau tak usah pikirkan itu. Memang jadwal kuliahku lebih lambat 1 jam dari jadwal kuliahmu hari ini, tapi Ben aku tak keberatan datang lebih awal untuk menjemputmu dulu dan jadi bisa berangkat bareng ke kampus Ben. Lagipula aku merasa bosan ada di rumah, jadinya aku memutuskan untuk pergi langsung ke kampus karena aku ingin mencari suasana yang tidak membosankan saja disana Ben," jawab Shen, ketika di perjalanan. "Lalu dengan orang-orang rumah, tentu saja mereka sedikit merasa bingung dan bertanya-tanya kenapa kau memiliki kegiatan berbeda dari biasanya kan Shen? apa lagi kakakmu yang belajar di kampus yang sama dengan kita. Apa tidak akan apa-apa jika sampai dia tahu mengenai kau yang seperti ini Shen? aku tak ingin dia melihat hal ini dan langsung berprasangka buruk, bagaimana jika dia mengira aku memanfaatkanmu, karena kau sampai mau membawaku berangkat ke kampus bareng, apa lagi jika sampai dia tahu kau sudah beberapa kali mengantarkanku pulang Shen. Itu sepertinya akan menjadi masalah Shen," ujar Ben cemas, dengan kakak Shen yaitu Sin yang akan memiliki pikiran buruk jika mengetahui Shen yang sudah beberapa kali mengajak Ben pergi ke kampus bersama, apa lagi sampai mengetahui jika Shen pernah mengantarkan Ben pulang ke perguruannya. "Kau takut dengan hal tersebut Ben?" tanya Shen. "Ya tentu saja aku takut akan hal itu Shen. Aku_," "Aku tahu apa yang kau pikirkan Ben, dan aku tahu kenapa kau bisa sampai takut seperti itu. Tapi kau tak usah khawatir Ben aku tahu kau takut kepada Sin karena dia yang memiliki reputasi buruk di kampus, tapi Ben kau tak usah terlalu takut karena meskipun dia memiliki reputasi buruk di kampus dan bahkan bisa di bilang jika dia berandalan, dia tak akan sampai melakukan hal bodoh apa lagi salah, jika ada aku. Dia juga memiliki hati dan perasaan Ben sehingga dia sedikitnya bisa mendengarkan perkataan aku sebagai adiknya. Jika ada apa-apa, kau tak usah takut Ben karena aku akan bicarakan hal sesungguhnya kepada Sin, jadi kau tak akan terkena masalah," ujar Shen memotong pembicaraan Ben saat itu. "kita sudah sampai Ben, ayo kita keluar! kau tak mau terus ada disini dan melewatkan jadwalmu menghadiri mata kuliah pertamamu kan?" tanya Shen.. "Oh maaf Shen, karena kita berbincang tadi aku jadi tak sadar jika sekarang kita sudah sampai Shen. Baiklah, jika seperti itu karena kita sudah sampai, ayo Shen kau juga tentu saja kau keluarkan? meskipun jadwal mata kuliah pertamamu belum saatnya?"tanya Shen. "Ya tentu Ben, aku juga tentu saja aku keluar tapi sepertinya dosen yang akan mengajar mata kuliah pertamaku juga sudah sampai Ben, jadi tentu saja aku akan langsung menghampiri dan menghadiri kelasnya. Sampai jumpa lagi nanti Ben, aku akan menunggumu di kantin jika mata kuliah pertamamu sudah selesai Ben," ujar Shen, sambil keluar dari mobil. "Y-ya baiklah Shen. Nanti aku akan menghampirimu jika aku sudah selesai dengan mata kuliah ku yang pertama ini," ujar Ben. "aneh, kenapa Shen bisa jadi memiliki jadwal kuliah yang sama denganku, padahal aku benar-benar ingat jika hari ini jam mata kuliah Shen tidak sama denganku, meskipun aku tak terlalu memperhatikan tapi aku suka melihatnya dari kelas jika Shen biasanya baru datang kampus 1 jam setelah aku. Ah sudahlah Ben, lupakan ini dulu karena dosen yang akan mengajar mata kuliahmu juga sekarang sudah datang," ujar Ben dalam hatinya aneh, tapi melihat dosen yang akan mengajar mata kuliahnya sudah sampai, Ben pun jadi langsung saja berniat untuk menghadiri dosen tersebut di salah satu kelas untuk menghadiri mata kuliahnya tentu saja. Saat itu ketika Ben berada di dalam kelas, Ben tentu saja tanpa mengingat hal apapun langsung fokus memperhatikan materi yang di berikan oleh dosen hingga tak terasa saat itu mata kuliah yang Ben sedang hadiri sudah sampai di akhir sesi sehingga dosen pun mengatakan perpisahan untuk hari itu, dan keluar dari kelas tersebut. Ben juga tentu saja lanhsung mencoba untuk keluar dari kelas tersebut karena jam kuliah untuk mata kuliah tersebut sudah selesai, dan ketika Ben baru saja keluar dari kelas tersebut, sambil berteriak Shen memanggilnya. "Ben, kemarilah," ujar Shen, dari dekat pintu kelas saat itu. "Shen? sepertinya dia sengaja menunggu jam mata kuliahku selesai, sampai dia tepat memanggilku ketika aku baru keluar dari kelas. Tapi, ya apa salahnya? tidak ada yang aneh kan jika aku menghampirinya atau terus ada bersamanya untuk sekedar makan, dan minum bersama," ujar Ben, dalam hatinya. "Ya Shen, tunggu sebentar," jawab Benz sambil perlahan menghampiri Shen.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN