Apa Yang Dilakukan Ster

2260 Kata
Ben yang saat itu tengah semangat melakukan olahraga pemanasan saat itu tiba-tiba langsung saja merasa ada sesuatu yang aneh karena Ben yang begitu sangat merasa ingin melihat ke bawah ( jalan ), dari balkon yang sedang Ben diami tersebut, hingga olahraga Ben yang saat itu sedang begitu sangat Ben lakukan dengan semangat pun seketika langsung terhenti karena Ben melamun dan merasakan apa yang sedang Ben ingin lakukan. Tapi agar menghilangkan rasa penasaran yang Ben tengah rasakan saat itu Ben pun langsung saja melakukan apa yang ada di dalam pikirannya saat itu, yaitu melihat ke bawah ( jalan ) dari balkon perguruan yang sedang dirinya diami tersebut. "Aku kira tak akan ada apa-apa kan, mungkin ini hanya perasaan ku saja yang merasa ingin melihat ke bawah. tak apa-apa, aku lebih baik melihatnya sebentar lalu kembali melanjutkan olahragaku," ujar Ben, sambil perlahan langsung saja mencoba untuk melihat kebawah ( jalan ), dari balik perguruannya tersebut untuk melihat apa yang ada disana, sampai membuat Ben begitu sangat penasaran ingin melihat ke bawah sana. Dan ketika Ben sudah mencoba melihat ke bawah sana, awalnya tidak ada apa-apa, tak ada hal yang salah dengan apa yang Ben lihat di bawah sana, hingga ketika Ben berjalan mencoba melihat ke bawah dari posisi yang lain, Ben pun pada akhirnya melihat sesuatu yang menurutnya aneh dan mengundang tanda tanya di kepala Ben. Dan hal yang membuat rasa penasaran Ben benar-benar muncul adalah, Ben melihat Ster yang saat itu sedang berbincang dengan 2 orang pria, dan 2 orang pria tersebut adalah pria yang Ben temui kemarin dimana Ben menanyakan mengenai kasus yang lagi-lagi menurutnya aneh, karena kasus tersebut sepertinya adalah kasus yang dibuat-buat dimana ada pihak yang disogok, dan menyogok salah satu dari mereka untuk menjadi saksi palsu. Dan karena melihat hal tersebut, saat itu Ben tentu saja langsung memiliki pikiran yang ingin bertanya kepada Ster mengenai apa yang Ster perbincangkan dengan 2 orang tersebut, tentu saja agar Ben bisa tahu apa yang Ster katakan dengan 2 orang tersebut. Hingga melupakan olahraga yang sedang Ben lakukan saat itu, pada akhirnya Ben pun langsung saja pergi berjalan keluar dari balkon perguruannya tersebut untuk menghampiri Ster yang saat itu tengah berada di jalan ( di depan perguruan ) berbincang dengan kedua pria yang sempat bicara dengan Ben beberapa hari yang lalu ketika malam hari. Dengan cepat saat itu Ben mencoba untuk menghampiri Ster yang sedang ada diluar perguruan, tapi sayang ketika Ben sudah sampai di bagian pintu dari perguruan tersebut Ben pun langsung saja mendapati Ster yang sudah masuk ke perguruan tersebut, dengan aneh Ster langsung saja bertanya kepada Ben. "Wow mengejutkan sekali Ben, aku tahu kau sudah biasa berolahraga pagi disini tapi ini suatu kejutan karena ruangan olahraga yang kau gunakan bisa membuatmu jadi berolahraga keluar sekarang. Ada apa? kau hadir di hadapanku dengan wajah yang tak biasa dan nafas yang terengah-engah seperti orang yang sedang di kejar sesuatu?" tanya Ster. "Oh guru maaf, aku memang benar-benar terburu-buru sekarang. Dan hal yang membuatku terburu-buru sekarang adalah karena tadi ketika aku berolahraga di balkon perguruan ini, aku begitu sangat ingin melihat ke bawah dan ternyata feeling yang aku rasakan benar, aku melihat anda sedang berbincang dengan 2 pria, dan pria itu adalah pria yang beberapa hari sedang menangani kasus yang aku katakan itu adalah kasus yang kurang benar, karena ada salah seorang pria yang bersangkutan dari kasus tersebut melakukan kecurangan dimana orang tersebut menyogok temannya untuk menjadi saksi palsu dalam kasus ini. Dan karena aku melihat hal tersebut, aku jadi langsung saja ingin mengetahui sesuatu yang anda bicarakan dengan mereka berdua guru, dan sekarang karena kau sudah disini dan pria yang tadi tak sempat aku temui dan tanya mengenai masalah tersebut, apa anda tidak keberatan untuk menceritakannya kepadaku guru? aku sangat penasaran dengan pembicaraan kalian yang tadi," jawab Ben, lalu bertanya mengenai perbincangan yang Ster lakukan dengan 2 pria tadi, di bagian depan perguruan. "Oh mengenai itu, ternyata kau melihatnya? tak apa-apa Ben kau tenangkan lah dirimu, atur nafasmu. Tenang, aku akan memberitahu padamu mengenai hal yang aku bicarakan dengan mereka tadi Ben," ujar Ster. "Baik guru, aku akan tenang. Tentu saja," jawab Ben. "Baiklah kau sudah lebih tenang sekarang. Dan aku akan mulai bicara sekarang Ben, tadi memang aku dan 2 pria itu membicarakan mengenai masalah yang menimpa kepada seseorang beberapa hari lalu ketika malam hari, semua sudah akan beres Ben dan yang salah adalah orang luar yang suka bermain ke kawasan kita, karena kedua orang luar tersebut terbukti melakukan penyerangan, dan bukti kuat yang menyebabkan kedua orang tersebut menjadi tersangka adalah salah seorang pria yang disebut sebagai saksi kuat dari penyerangan tersebut. Siang nanti mereka akan ditangkap dan di buat minta maaf kepada masyarakat disini, dan entahlah selanjutnya tapi yang pasti mereka akan mendapatkan hukuman, jika mereka dituntut oleh korban," ujar Ster menceritakan mengenai perbincangannya dengan 2 pria tadi. "Apa? tapi guru, itu semua salah guru! aku melihat dengan sangat jelas orang yang dalam kasus ini berdalih menjadi korban melakukan transaksi secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui siapapun, karena mereka bertransaksi di area yang bisa aku lihat di balkon perguruan, dan ketika beberapa saat dimana aku melewati jalan yang biasa mereka gunakan untuk bersantai menikmati api unggun, aku dengan jelas mendengarkan pria yang menjadi saksi palsu, menyesali perbuatannya karena menerima uang sogokan dan menjadi saksi palsu untuk temannya. Lalu ketika dirinya bicara seperti itu, temannya yang lain yang sedang sama-sama menikmati api unggun disana langsung menyuruhnya tutup mulut, dan lakukan saja apa yang mereka bilang bos katakan untuk menjadi saksi palsu dengan nada ancaman, hingga yang dilakukan pria tersebut hanya menunduk takut dan pergi. Ini tak bisa seperti itu guru, ini tidak adil karena orang yang berdalih menjadi korban sebenarnya adalah orang yang bersalah, aku yakin itu guru, aku tak akan membiarkan ini terjadi dan menyebabkan 2 pria yang sebenarnya tak bersalah menjadi tersangka yang akan mendapatkan hukuman. Aku akan ikut turun tangan ke dalam masalah ini untuk membantu menyelesaikannya guru, aku akan menegakkan keadilan," ujar Ben tegas, saat itu jadi langsung saja berencana ingin ikut turun langsung menyelesaikan masalah ini dengan cara menegakkan keadilan tentu saja. "Tunggu Ben! aku mengerti dengan apa yang kau rasakan, dan aku juga mengerti dengan apa yang ingin kau lakukan sekarang ini, tapi semua ini tak harus sampai membuat kau harus mencoreng nama baikmu di kampus karena kau harus bolos, hanya karena masalah seperti ini Ben. Jadi sekarang kau tak usah terburu-buru untuk mencoba ikut campur ke dalam masalah ini yang bisa membuat reputasimu di kampus berubah. Sekarang kau tak usah khawatir dengan apa yang akan terjadi dengan masalah ini Ben, lebih baik kau fokus saja menjalani kuliahmu dulu Ben, ketika waktunya nanti kau akan mendapatkan kabar yang baik mengenai masalah ini Ben. Sekarang tenangkan lah lagi dirimu, dan jangan terburu-buru memutuskan sesuatu Ben," ujar Ster memberikan saran kepada Ben saat itu agar Ben tak langsung enteng mengambil keputusan yang akan merubah sikap reputasi di kampusnya saat itu. Hingga ketika Ster sudah memberikan saran kepada Ben, dia pun langsung saja berpikir dengan perasaan yang sepertinya sudah kembali tenang. "Maaf guru, aku sempat terlalu cepat memutuskan sesuatu hingga aku tak terlalu berpikir cerdas dalam hal ini. Tapi guru mendengar mereka semua yang sekarang sedang mempersiapkan untuk memberikan hukuman kepada 2 orang tersebut itu membuatku tak terima karena mereka berdua tak salah guru, mereka tak sampai melakukan hal.yang orang-orang tuduhkan. Tapi justru merekalah yang menjadi korban dari fitnah disini guru, aku tak bisa menerima semua ketidak adilan yang ada di sini guru, aku tak kuat terus menerus melihat ketidak adilan begitu sangat bebas terjadi, aku ingin menghentikan semua ketidak adilan ini guru termasuk dalam masalah yang sedang kita hadapi sekarang ini, aku ingin siapa yang salah dan yang benar mendapatkan bagian hukuman mereka masing-masing, tidak seperti ini yang salah di benarkan dan yang benar malah disalahkan, hanya karena orang yang bodoh yang mengaku sebagai saksi kunci bisa dengan sangat mudah di sogok dan diancam begitu saja. Aku tak ingin hal ini terus terjadi, dan aku ingin langsung saja turun tangan menghadapi masalah ini, karena akulah saksi kunci yang sebenarnya dalam masalah ini," ujar Ben, bicara dengan tegas saat itu sambil kembali dengan wajahnya yang sepertinya marah dan kesal karena ketidak adilan begitu sangat bebas ada di hadapan matanya. "Aku mengerti dengan apa yang kau rasakan, dan kau ingin lakukan Ben. Kau bicara hal ini dengan sangat tegas dan yakin Ben, selain itu aku bukan orang yang baru hadir dalam hidupmu, kau sudah aku kenal cukup lama sehingga aku sedikitnya bisa tahu mengenai sikap kau yang memang tak terlalu pemberani, ada satu titik ketakutan dalam hatimu yang membuatmu kadang ragu untuk melakukan sesuatu yang benar, tujuanku mengatakan hal seperti ini karena aku yakin dan percaya dengan alam yang kau katakan Ben, tapi meskipun kau benar dalam hal ini tapi kembali harus aku katakan kau tak perlu mengatasi masalah ini sendirian hingga tanggung jawabmu hari ini harus terganggu yang akan menyebabkan reputasimu dikampus akan tercoreng Ben. Jadi siang ini jangan sampai kau berpikir untuk bolos dari kampus karena hanya ingin ikut campur dalam masalah ini, percaya padaku dan orang-orang yang akan menyelesaikan masalah ini Ben, dan ketika saatnya tiba kau akan mendengarkan kabar baik mengenai masalah ini," ujar Ster, kembali memberikan saran kepada Ben yang saat itu merasakan kesal dan kekecewaan mengenai masalah yang sedang dirinya pikirkan saat itu. "Aku memang merasa sangat kesal, dan sangat kecewa dengan ketidak adilan yang terus saja hadir di hadapan mataku ini guru, tapi karena kau yang memberikanku saran seperti ini tentu saja sepertinya aku tak usah melanggar saran yang kau berikan guru, dengan hati yang sebenarnya kesal aku mencoba untuk tenang dan lebih berpikir jernih mengenai hal yang harus aku lakukan guru. Dan sekarang sepertinya aku akan pergi ke kamar mandi saja untuk membersihkan diriku, hari sepertinya sudah mulai siang, aku tak ingin terlambat masuk kampus. Maaf guru, dan terima kasih karena memberikanku saran yang tentu saja sangat baik hingga membuat aku bisa berpikir lebih jernih lagi dalam menghadapi masalah yang tentu saja sepertinya tak harus mencoreng nama baikku di kampus," ujar Ben menjadi memiliki perasaan yang luluh saat itu, ketika sudah Ster berikan saran kembali agar dirinya tak sampai melakukan kesalahan yang bisa saja membuat reputasinya di kampus tercoreng. "Bagus Ben! aku bangga padamu, dengan semua kontrol yang begitu sangat bisa dengan mudah kau lakukan Ben, dan aku juga memuji ketenangan yang kau miliki Ben, teruslah berlatih untuk mengontrol semua yang ada dalam dirimu agar kau bisa selalu berpikir jernih ketika memiliki sebuah beban pikiran yang membuatmu bisa saja kehilangan kontrol yang akan menyebabkan salah satu hal baik dalam hatimu berkurang. Sekarang silahkan pergilah Ben, kau tak usah berpikir mengenai masalah ini lagi Ben fokuslah terhadap apa yang akan kau lakukan sekarang Ben," ujar Ster, memuji kontrol diri yang Ben miliki saat itu hingga bisa membuatnya kembali tenang meskipun beberapa kali merasa kesal dan marah, hingga pada akhirnya Ben pun langsung dipersilahkan untuk membersihkan diri dan fokus saja terhadap kuliah yang akan dirinya lakukan sekarang ini. "Ya guru, tentu. Aku akan sangat kembali fokus mengerjakan apa yang biasanya menjadi tanggung jawabku sekarang ini," ujar Ben, sambil langsung saja pergi untuk membersihkan dirinya di kamar mandi karena Ben yang akan pergi kuliah sekarang. Di dalam kamar mandi saat itu Ben begitu sangat masih saja memikirkan mengenai masalah tersebut, karena meskipun Ben sudah mencoba untuk tenang mendengarkan saran dari Ster, Ben belum bisa sepenuhnya melepaskan semua pikirannya mengenai masalah tersebut karena Ben yang saat.itu begitu sangat tak bisa menerima ketika dak adilan yang selalu hadir dihadapan matanya. Ketidak adilan tersebut seperti mengetes mental Ben dengan cara ketidak adilan tersebut yang terus saja menghampiri kehidupan Ben. "Sepertinya ini memang takdirku, takdirku adalah menjadi seorang hakim yang bisa menegakkan keadilan yang begitu sangat menyebalkan ini. Tapi karena ini saran dari guru tentu saja aku sepertinya tak usah sampai melanggar saran dari guru, aku harus percaya saja kepadanya dan terus yakin jika apa yang dikatakannya memang benar. Aku tak usah terlalu khawatir dan terus saja membebani pikiranku dengan masalah ini yang tentu saja bisa membuat reputasi baikku di kampus buruk. Ya Benz tenangkan pikiran dan hatimu, serahkan dan percayakan semua ini kepada guru Ben, dia tentu saja lebih tahu dan lebih mengerti mengenai hal yang harus aku harus lakukan agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang membuatku perlahan mendapatkan masalah, atau mengurangi reputasi baikku di kampus," ujar Ben, saat itu terus saja mencoba menenangkan pikiran, dan hatinya hingga pada akhirnya Ben pun bisa benar-benar menenangkan pikiran dan hatinya dari masalah ini, yang sempat akan membuat Ben mendapatkan masalah mengenai reputasinya karena sempat akan terlalu cepat mengambil keputusan, yang bisa saja membuat Ben mendapatkan sedikit masalah mengenai reputasinya di kampus. Sampai saat itu pun yang Ben lakukan tentu saja menuruti saran dari Ster karena percaya dan yakin jika hal yang di sarankan oleh Ster akan berbuah baik untuknya, dan sekarang pun disaat hari sudah mulai cukup siang dengan Ben yang sadar jika saat itu sudah waktunya untuk pergi ke kampus tentu saja langsung fokus untuk melakukan tanggung jawabnya. "Guru. Aku pamit untuk berangkat ke kampus sekarang," ujar Ben, pamit pergi. "Ya Ben, silahkan berhati-hatilah Ben. Dan ingat, sekarang yang harus kau fokuskan adalah belajar lakukan yang biasanya kau lakukan di kampus, jangan sampai ada sesuatu hal yang membebani pikiranmu, termasuk mengenai masalah yang sekarang sedang ada di antara kita. Kau hanya harus ingat jika kau akan mendengarkan kabar baik nanti Ben, jadi sekarang jangan sampai kembali memikirkan mengenai masalah ini Ben,"ujar Ster, kembali menegaskan mengenai Ben yang tak usah memikirkan mengenai masalah yang sebenarnya bukan masalah mereka. "Ya guru, tentu. Aku percaya kepadamu, terima kasih untuk saranmu guru," ujar Ben, sambil langsung saja pergi berangkat ke kampus.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN