Orang Aneh.

2012 Kata
"Baiklah guru selamat malam, sepertinya sekarang aku akan langsung saja beristirahat. Terimakasih untuk semuanya guru," ujar Ben. "Ya sama-sama Ben," jawab Ster, sambil langsung saja masuk ke dalam kamarnya juga. "Seharian ini aku belum melihat perkembangan dari kasus pelecehan yang sebenarnya sudah ada beberapa orang simpatisan yang datang ke tempat tersebut untuk melihat kebenaran mengenai artikel yang sudah aku buat. Mungkin sebaiknya sekarang aku mencoba untuk melihatnya lagi dulu saja sebentar lalu beristirahat. Aku harap ada kejutan lain lagi yang berhasil aku dapatkan ketika melihat lagi ke artikel yang sudah aku buat," ujar Ben. Dan saat itupun Ben langsung saja membuka laptopnya untuk langsung melihat sebuah artikel yang sudah dibuatnya beberapa hari yang lalu, untuk melihat bagaimana reaksi atau mungkin saja para simpatisan sudah berhasil menemukan orang yang melakukan penganiayaan kepada salah seorang warga yang ada di sana dan mungkin saja berhasil mengamankan orang yang sudah melakukan tindan kekerasan tersebut. Dan ketika Ben sudah melihat ke dalam artikel tersebut Ben pun langsung saja melihat sudah banyak sekali komentar yang masuk di artikelnya tersebut, hingga pada akhirnya Ben pun langsung saja tak sabar untuk membuka kembali artikelnya tersebut. Ketika Ben membukanya Ben pun langsung saja menemukan hal beberapa simpatisan orang yang mengirim foto do kolom komentar artikel yang saat itu Ben sudah buat. "Foto? aku rasa ini adalah yang harus aku ketahui apa isinya, bisa saja ini adalah foto mengenai orang yang mendapatkan tindak kekerasan atau bisa saja ini adalah orang yang melakukan tindak kekerasan di jalan tersebut yang sudah berhasil mereka ringkus dan amankan," ujar Ben, sambil tangannya mengarahkan cursor laptop ke arah foto tersebut. Dan ketika Ben sudah mengunggah foto tersebut, Ben melihat jika isi daring.foto tersebut adalah sebuah penampakan dari orang yang memiliki luka lebam, dan babak belur di wajahnya dan setelwh foto tersebut Ben lihat di bawahnya juga tertulis jika ada sebuah bacaan yang simpatisan tersebut tentu saja. "Ketika saya menghampiri tempat yang ada di artikel ini, saya memang tak langsung menemukan orang ini tapi pada akhirnya aku bisa menemukannya setelah beberapa kali datang kemari, dan inilah hasilnya aku bisa bertemu dengan orang ini bersama dengan luka lebam yang ada di beberapa bagian wajahnya, sampai aku bisa berbincang dan mengambil foto wajahnya saat ini. Tapi aku merasa heran dan sedikit tak percaya dengan jawaban orang yang sudah memiliki banyak luka ini karena ketika aki bertanya ada apa, dan kenapa dia bisa sampai mendapatkan luka lebam seperti ini orang ini te lihat seperti orang yang kebingungan melihat ke segala arah disini, dan terlihat cemas ketakutan, hingga diapun menjawab jika dirinya tak apa-apa dan hanya ijin untuk beristirahat duduk di area jalan ini yang kebetulan memang nyaman ketika seseorang memutuskan untuk duduk dan bersantai disini. Tapi jujur saja ketika aku melihat dan berbincang dengan orang yang dipenuhi luka lebam seperti ini aku benar-benar tak percaya dengan apa yang dikatakan orang tersebut karena dia benar-benar seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu. Dan karena meskipun aku mendapatkan orang ini dengan luka lebam dan keanehan yang aku dapatkan ketika melihatnya aku rasa mungkin aku bertanya kepada anda yang membuat artikel ini, apakah betul orang ini yang mendapatkan perlakuan kekerasan di jalan ini? aku harap kau menjawab karena selain orang yang dengan luka lebam ini yang mencurigakan, ada orang yang menghampiri orang ini dan bicara mengenai lukanya yang mengkhawatirkan tapi orang yang berbaik hati kepada orang yang mengalami luka tersebut juga seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu, dan sengaja menghampiri orang yang tengah terluka tersebut seolah-olah orang tersebut menjelaskan mengenai luka yang di dapatkan oleh orang tersebut dengan sedikit bumbu kebohongan," ujar simpatisan menulis apa yang dirinya dapatkan ketika bertanya, kepada orang yang memiliki luka lebam yang cukup banyak di jalan tersebut. "Aku tak percaya dengan apa yang di katakan oleh orang yang memang benar mendapatkan perlakuan kekerasan tersebut, aku benar-benar yakin dan jelas jika orang tua paruh baya yang foto simpatisan ini adalah orang yang mendapatkan kekerasan tersebut kemarin, sepertinya memang ada sesuatu yang tak beres dan sesuatu yang tak beres tersebut terletak pada orang yang tiba-tiba menghampiri orang dengan luka lebam tersebut yang bicara mengenai lukanya itu, dengan terlihat seperti orang yang bicara tak jujur dan menutup-nutupi mengenai lukanya itu. Aku yakin dan tahu bagaimana cara orang tersebut menutup kebenaran mengenai luka yang di alaminya saat itu dengan cara mengalihkan pembicaraan orang tersebut dengan berbohong ketika menceritakan darimana orang paruh baya tersebut mendapatkan luka lebam di beberapa bagian wajahnya. Sepertinya ada hal yang memang tak benar sehingga aku sepertinya harus turun langsung ke jalan tersebut untuk mencari tahu keberanian mengenai hal tersebut, dan jika bisa bertemu saja langsung dengan simpatisan yang menulis mengenai hal ini agar bisa membicarakan dan tentu saja melakukan hal yang selanjutnya agar aku dan dirinya bisa benar-benar mendapatkan kebenaran mengenai kasus ini," ujar Ben dalam hatinya ketika terus saja melihat dan memikirkan mengenai kasus kekerasan yang tentu saja memiliki keanehan ini. Hingga pada akhirnya saat itupun Ben langsung saja memutuskan untuk membalas pesan yang seorang simpatisan tersebut sampaikan di artikel yang sudah Ben buat. "Terima kasih kepada anda yang sudah berkenan hadir untuk mencoba menyelidiki dan tentu saja mencoba untuk menghentikan kekerasan yang sempat terjadi kepada orang yang sedang berada di jalan tersebut, tapi maaf sepertinya aku harus membicarakan mengenai keanehan yang sekarang sepertinya memang sedang terjadi, dimana memang ada sebuah hal tidak jujur dan tidak benar dari perbincangan anda bersama orang tua paruh baya tersebut yang memang adalah orang yang mendapatkan penganiayaan dari beberapa orang beberapa hari yang lalu, aku yakin dan sangat yakin mengenai ini dan alasanku bisa yakin seperti ini karena selain saya melihat pasti wajah dari orang tersebut saya juga menyimpan foto orang yang menerima kekerasan itu. Sekali lagi terima kasih karena Anda sudah berkenan untuk mencoba mengetahui dan menyelesaikan masalah penganiayaan ini tapi sepertinya jika anda ingin menyelesaikan masalah ini seperti yang saya inginkan, kita lebih baik bertemu saja untuk membicarakan semua ini dengan tujuan bertukar pikiran dan jika bisa langsung saj mencoba untuk bertanya lagi kepada orang tua paruh baya yang mendapatkan kekerasan tersebut, dengan foto bukti mengenai dirinya yang memang mendapatkan kekerasan yang bisa aku bawa," tulis Ben, di kolom komentar seseorang simpatisan tersebut berterima kasih, lalu akhirnya menawarkan pertemuan agar dirinya bisa bertukar pikiran mengenai kasus tersebut. "Sial sepertinya ada sesuatu yang orang tersebut sembunyikan, dan yang dirinya sembunyikan mengenai penganiayaan yang terjadi kepada pria paruh baya tersebut, aku yakin jika pria paruh baya yang mengalami penganiayaan tersebut memiliki harapan suatu saat akan ada orang yang bersimpati untuk menyelamatkannya dari penganiayaan ini tapi sekarang ketika pria paruh baya tersebut sudah ada orang yang sudah bersimpati mencoba untuk menolongnya, dirinya takut untuk bicara hal yang sebenarnya karena sepertinya ada orang yang memperhatikannya yang mencegah agar dirinya tak mengatakan hal yang sebenarnya mengenai penganiayaan yang dirinya alami. Dan orang tersebut kemungkinan benar adalah orang yang kemarin mengalihkan perhatian simpatisan yang menghampiri pria paruh baya ini. Ya sepertinya memang seperti itu, sekarang yang harus aku lakukan sepertinya turun langsung ke dalam masalah ini dan mencoba untuk membongkar sesuatu yang tak beres di dalam masalah ini," ujar Ben dalam hatinya saat itu, memikirkan mengenai pria yang mengalami penganiayaan tersebut yang malah seperti orang ketakutan dengan secara jujur pertanyaan dari simpatisan yang datang ke tempat tersebut. Tapi ketika Ben sudah menunggu beberapa saat tak ada tanda-tanda simpatisan tersebut yang sedang online di sosial media dimana Ben memasukkan artikelnya, hingga yang dilakukan Ben saat itu mencoba untuk melihat saja lagi komentar lain dari orang-orang yang melihat artikel Ben saat itu, dimana banyak juga orang yang bersimpati dan orang yang bicara akan mencoba menyusut masalah ini agar penganiayaan terebut tak kembali terjadi di tempat tersebut, adapun yang mengecam pelaku penganiayaan tersebut sampai bicara jika sampai pelaku penganiayaan tersebut berhasil di tangkap warga yang melihat artikel Ben tersebut akan kembali menyiksanya, membalas perbuatan yang telah dilakukan oleh pelaku penganiayaan tersebut. Tapi ketika Ben terus saja melihat semua komentar yang ada di artikelnya tersebut Ben sedikit kaget dan aneh karena di sekian banyaknya orang yang sedang bersimpati dan mengecam aksi buruk pelaku penganiayaan pria paruh baya tersebut, ada orang yang malah mengatakan jika aksi penganiayaan tersebut bisa saja adalah sebuah rekayasa yang dilakukan oleh si korban penganiayaan. "Puluhan tahun saya tinggal di dekat jalan tersebut tak pernah ada sebuah tragedi buruk yang menimpa siapapun apalagi orang tua, tapi yang biasa aku lihat hanya sekumpulan pengemis jalanan yang sedang ada disana, dan kalian tahu kan bagaimana sikap pengemis? kadang ada pengemis yang benar-benar kesulitan untuk mencari uang tapi ada juga pengemis yang hanya memanfaatkan keadaan dengan dirinya yang berpura-pura sebagai korban dari kecelakaan atau korban dari suatu penyerangan atau hal lain, seperti yang sekarang tengah ramai di bicarakan oleh orang yang membuat artikel ini. Jadi saya kira sebelum kalian melihat atau mendapatkan kabar berita dari orang yang tepat atau sumber yang tepat jangan pernah kalian coba untuk melalukan sesuatu dengan ceroboh, karena bisa jadi bantuan yang kalian coba untuk berikan dimanfaatkan oleh pihak tersebut," ujar seseorang berkomentar di dalam sebuah artikel yang Ben buat saat itu. Melihat komentar tersebut saat itu Ben langsung saja menandai komentar itu bahkan menyimpan komentar tersebut di bagian paling atas artikel yang Ben buat, dengan tujuan Ben yang ingin mencoba melihat respon dari warga sosial media mengenai komentari ini, yang kebetulan sekarang belum ada respon dari siapapun karena selain komentar ini belum lama dimuat, komentar ini juga sudah cukup tertinggal oleh komentar warga sosial media yang relatif memberikan rasa simpati kepada orang yang menjadi korban penganiayaan tersebut. "Di sekian banyak orang yang bersimpati sampai puluhan komentar dan percaya dengan kejadian yang memang asli tanpa aku rekayasa ini kenapa bisa sampai ada orang yang sepertinya berpikir jika artikel yang aku buat ini bohong dan sepertinya malah menjawab jika bisa saja orang yang menjadi korban dari penganiayaan tersebut hanya berpura-pura untuk mendapatkan simpati dari orang sekitar dan akan memanfaatkan orang yang bersimpati kepada pria tersebut? sepertinya lebih baik aku menyimpan nama akun yang berkomentar seperti ini, mungkin saja ini akan berguna ketika aku turun langsung ke dalam permasalahan ini, kebetulan juga akun ini memiliki foto yang sepertinya wajah asli dari pemilik akun ini. Baiklah, karena yang aku lakukan menunggu pemilik akun yang bersimpati ini sepertinya memang tidak sedang online di sosial media, lebih baik sepertinya sekarang aku bersabar saja lagi menunggu balasan dari orang yang bersimpati ini, dan tentu saja beristirahat sudah menjadi waktuku sekarang," ujar Ben dalam hatinya, ketika saat itu sudah merasa cukup memperhatikan mengenai masalah ini. Ben yang saat itu sudah melihat waktu yang sudah cukup larut yang tentu saja sudah menjadi waktu Ben untuk beristirahat, Ben pun tentu saja langsung saja menutup laptop yang dimilikinya menyimpan lalu langsung saja pergi ke tempat tidur berniat untuk beristirahat saja dulu dimalam yang sekarang beranjak larut ini. Beberapa saat kemudian saat itu Ben kembali bangun dengan keadaan tubuh yang tentu saja bugar di waktu yang bisa dibilang masih sangat pagi bahkan matahari pun belum terlihat akan bersinar muncul, tapi Ben tak merasa aneh karena sudah menjadi kebiasaan Ben bangun di waktu hari yang masih sangat pagi, dan karena dirinya sudah bangun yang dilakukan Ben saat itu tentu saja langsung beranjak dari tempatnya tidur untuk pergi ke toilet membersihkan wajahnya lalu langsung pergi ke salah satu tempat Ben latihan di perguruan tersebut untuk kembali berolahraga di waktu yang masih sangat pagi itu. Dengan semangat saat itu Ben berlari kecil ke salah satu tempat Ben berlatih tapi di tengah jalan Ben tiba-tiba langsung berhenti berjalan karena ada sesuatu yang Ben pikirkan. "Kenapa aku jadi berpikir ingin berolahraga kembali di luar ruangan? dan memikirkan mengenai balkon perguruan ini? ( Ben berpikir ). Ah daripada aku menghabiskan waktu ku dengan berpikir lebih baik sekarang aku pergi saja, agar bisa secepatnya berolahraga dan selesai di waktu yang tentu saja tidak terlambat untuk pergi kuliah seperti kemarin," ujar Ben dalam hatinya, sambil jadi langsung saja mengubah jalannya saat itu karena jadi ingin menuju ke balkon perguruan Ben dan berolahraga disana. Hingga karena semangat yang Ben miliki saat itu Ben pun dengan cepat jadi bisa sampai di balkon perguruannya itu, dan tanpa berpikir saat itu tentu saja Ben langsung melakukan pemanasan sebelum melakukan latihan ringan yang Ben selalu lakukan untuk menjaga kebugaran tubuhnya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN