Ben yang saat itu hanya mengantarkan Shen hanya sampai keluar perguruan hingga tentu saja tak membuat Shen merasa jika Ben tak membantu Shen dengan puas saat itu, tapi yang dilakukan Shen sebelum berpisah dengan Ben saat itu berterima kasih karena Shen begitu sangat merasa senang dengan semua bantuan yang sudah Ben lakukan padanya.
"Baiklah Ben, tentu saja kau hanya harus dan bahkan sudah cukup membantuku sampai kemari Ben, aku sudah benar-benar sangat senang dengan bantuan yang kau berikan padaku hari ini. Dan terima kasih juga karena kaulah aku sekarang jadi memiliki sebuah tempat yang begitu sangat aku sukai bahkan sepertinya akan membuatku merasa sangat semangat dan akan menjadi tempat favoritku untuk berolahraga Ben, jika bukan karena kau sepertinya aku tak akan bisa mendapatkan tempat berolahraga baik ini, dan sepertinya aku tak akan mudah bisa masuk dan menjadi bagian dari perguruan ini Ben. Terima kasih, terima kasih untuk semuanya," ujar Shen, beberapa kali berterima kasih karena bantuan yang Ben lakukan sangatlah membantu Shen dan sangat membuat Shen puas.
"Aku senang jika orang yang aku bantu merasa senang Shen, apa lagi sampai merasa puas dengan bantuanku yang sebenarnya tidak terlalu memuaskan Shen karena aku hanya mengantarku berkeliling disini, dan tentu saja mengajakmu melihat semua tempat yang bisa kau pakai untuk olahraga, itu sudah menjadi kewajibanku Shen selain membantumu tentu saja hal tersebut juga membantu guru, dimana membantunya adalah hal yang memang sudah wajib untukku. Jadi sama-sama Shen,kau tak usah canggung semua yang aku lakukan ini sudah sepatutnya aku lakukan," jawab Ben.
"Tapi tetap saja bantuanmu begitu sangat membuatku puas Ben, dan Ben aku sepertinya aku harus meminta maaf juga kepadamu," ujar Shen.
"Meminta maaf? kenapa Shen? kenapa kau harus sampai meminta maaf padaku? tak ada sesuatu yang salah dengan apa yang kau lakukan, dan kau pun tentu saja tak perlu sampai meminta maaf," ujar Ben.
"Ada Ben, ada sesuatu yang sepertinya salah dan itu aku lakukan Ben. Dan hal yang aku maksudkan adalah mengenai kau yang dari tadi siang terus saja membantuku bicara kepada guru, dan terus menjadi orang yang mengantarkanku melihat semua ruangan yang memang menjadi tempat berolahraga yang akan aku gunakan disini. Karena hal tersebut yang terus kau lakukan, siang sampai sore ini kau jadi tak mendapatkan waktu latihan yang cukup Ben, jadi tentu saja semua ini adalah kesalahanku yang aku buat padamu. Maafkan aku, karena aku tak sengaja jadi menghambat waktumu untuk berlatih Ben," ujar Shen, mengatakan mengenai kesalahan yang dirinya buat saat itu meskipun dengan tanpa sengaja.
"Mengenai itu? kau malah bicarakan lagi Shen. Dengar Shen! membantu guru adalah hal wajib yang tentu saja harus aku lakukan, dan kau yang baru masuk kemari tentu saja adalah tugas guru untuk mengenalkan semua ruangan dan semua tempat yang kau bisa gunakan untuk berolahraga. Jadi karena aku yang wajib membantunya tentu saja aku yang mengantarmu tadi untuk mengenali semua ruangan olahraga disini tidak sampai menghambat aktifitas olahraga ku Shen, aku bisa berolahraga dan berlatih dilain hari termasuk malam hari, jadi ketika aku tak berolahraga atau berlatih tadi sore karena mengantarmu atau mengantar orang lain yang baru akan bergabung dengan perguruan ini tentu saja hal tersebut bukan sebuah kesalahan siapapun, dan tentu saja itu semua sudah menjadi sesuatu yang memang menjadi kewajibanku untuk melakukannya Shen. Jadi sekarang berhenti mengeluh dan merasa bersalah karena kau tidak salah apapun Shen, yang aku lakukan tadi adalah kewajibanku," ujar Ben, mencoba membuat Shen tak terus merasa bersalah kepadanya karena Shen memang tak perlu merasa bersalah sebab yang dilakukan Ben tadi adalah hal yang sudah sepantasnya Ben lakukan, meskipun menghambat waktu latihan Ben.
"Wow aku benar-benar sangat tak menyangka kau bisa berkata seperti ini Ben, tapi sepertinya apa yang kau katakan itu memang benar jadi sekarang mungkin sebaiknya yang harus aku lakukan memberikanmu sesuatu," ujar Shen.
"Memberikanku sesuatu?" tanya Ben aneh. "jangan mulai Shen kau tak perlu repot-repot memberikanku sesuatu, aku membantumu karena membantu juga perkerjaan guru jadi kau tak perlu melakukan sesuatu yang merepotkanmu Shen, apa lagi sampai akan memberikanku sesuatu," ujar Ben.
"Ya memang kau bekerja Ben, dan karena kerja bagusmu itu tentu saja kau jadi harus mendapatkan sebuah imbalan, dan kau juga dengar dengan jelas kan apa yang dikatakan oleh guru tadi bayaranku ketika aku sudah mengganti nakan fasilitas disini cukup dengan berikan saja kepadamu?" tanya Shen.
"Tapi untuk sekarang kau belum menggunakan fasilitas apapun disini Shen, jadi tentu saja kau tak perlu memberikanku upah," ujar Ben.
"Meskipun aku belum menggunakan semua fasilitas yang ada disini, tapi aku sudah menggunakan perguruan ini sebagai tempatku untuk mendapatkan suasana baru, dan meskipun aku belum menggunakan satupun fasilitas yang ada disini, tapi aku sudah menggunakan jasamu untuk mengantarku kemanapun aku masuk ketika ada di perguruan ini. Dengan kata lain kau sudah bekerja untuk mengantar dan membimbingku jadi tentu saja sekarang suatu hal yang wajar kan jika aku ingin memberikanmu sebuah hadiah? jangan dianggap upah, anggap saja ini hadiah karena kau sudah begitu sangat ikhlas membantuku," ujar Shen.
"Tapi Shen kau,"
"Cukup Ben kau tak ingin aku pulang terlambat kan? hari terus saja semakin malam dan gelap tentu kau tak ingin aku yang ingin pamit pulang ini harus menghabiskan waktuku disini untuk memperdebatkan mengenai hadiah untukmu kan?" tanya Shen. "jadi sekarang aku harap kau bisa menerima ini sebagai hadiah dariku karena kau yang sudah sangat membantuku menjadi bagian dari salah satu murid di perguruan ini Shen," ujar Shen tegas, sambil menyalami tangan Ben dan tentu saja memberikan Ben uang.
"Tapi shen ini terlalu,"
"Selamat malam Shen, sampai jumpa lagi lain hari dimana aku akan menghabiskan cukup banyak waktu untuk berolahraga disini nanti. Aku pamit untuk pulang Ben, aku harap kau bisa makan makanan yang aku berikan ini Ben," ujar Shen sambil langsung saja memberikan Ben kembali makanan yang sudah dirinya siapkan, dan langsung saja menyalakan kendaraannya ketika dia sudah naik saat itu.
"Terima kasih Shen. Berhati-hatilah dijalan," ujar Ben.
"Ya tentu Ben. Sampai jumpa lagi," ujar Shen, sambil dadah kepada Ben dan mulai berangkat pergi.
Karena Shen sudah mulai berangkat pulang, yang saat itu Ben lakukan tentu saja langsung masuk ke dalam perguruan untuk lalu masuk ke ruangannya, mencoba untuk mengistirahatkan dulu saja dirinya yang sebenarnya merasa cukup lelah karena ketika dirinya pulang ke perguruan Ben langsung mengantar Shen berkeliling ke semua ruangan olahraga dan latihan yang biasa dipakai oleh semua orang yang dilatih bela diri oleh Ster.
"Sepertinya aku berhasil untuk mencoba ada di dekatmu Ben, selain aku bisa dekat denganmu di kampus aku juga sekarang bisa dekat denganmu karena aku di terima menjadi salah satu orang yang akan menggunakan perguruan itu untuk berolahraga Ben. Terima kasih Ben, aku benar-benar tak sabar ingin berjumpa denganmu kembali di keadaan yang berbeda, yaitu dalam keadaan yang sama-sama bahkan berolahraga bukan hanya akan bertemu dikampus yang hanya bisa mengobrol biasa saja. Tapi sekarang sepertinya kita bisa melakukan kegiatan bersama-sama Ben yaitu berolahraga," ujar Shen, ketika di perjalanan menuju ke rumahnya saat itu bersemangat dan tak sabar ingin kembali bertemu dengan Ben di keadaan yang berbeda.
Tapi ketika saat itu Shen di perjalanan yang sebenarnya sudah akan sampai di rumah, sedikit lagi saja Shen sampai di rumahnya laju mobil Shen tiba-tiba dihentikan oleh kakaknya Sin, yang saat itu sedang berada di salah satu rumah yang Sin sengaja siapkan sebagai tempat sisinya dan beberapa anak buah atau temannya berkumpul, dengan anak buahnya yang saat itu juga terlihat ada, tapi berada di teras rumah tidak seperti Sin yang saat ini sedang menghentikan laju kendaraan Shen.
"Keluar kamu!" tegas Sin.
"Apa?" jawab Shen, kembali keras.
"Eh kamu di bilangin sama kakak sendiri nyokotna sampai seperti itu, sopan kamu dek," ujar Sin.
"Lah siapa suruh menyetop mobil orang sembarangan kak? gimana kalo aku celaka heuh," tanya Shen.
"Yaudah itu ga penting. Tapi sekarang yang penting, kamu udah darimana heuh jam segini baru pulang, kamu lihat ga ini tuh udah malam dek. Dan tumben banget kamu pulang malam, ini pertama kali kami pulang sampai hari sudah gelap seperti ini, dari mana kamu?" tanya Sin.
"Ya suka-suka akulah kak, aku ini kan yang baru pulang dan biarpun aku pulang di waktu yang udah gelap gini, aku juga ga ngerepotin kakak kan?" tanya Shen.
"Bukan gitu dek, ya memang yang pergi dan yang baru pulang itu kamu, tapi yang di rumah khawatir kamu tiba-tiba bisa pulang ketika hari sudah gelap gini dek, mamah udah nungguin dan terus bertanya sama kakak. Kami dari mana heuh?" jawab Sin, lalu kembali bertanya lagi.
"Yaudah kalo galau terus liat mamah khawatir gausah tanya-tanya aku disini kak, biarkan aku pergi agar aku bisa langsung bertemu dengan mama," jawab Shen. "aku hanya sudah pergi main dengan teman kak," jawab lagi Shen.
Dengan menjawab perkataan Sin sambil sedikit emosi karena tak terlalu ingin Sin tanya mengenai darimana Shen pergi, Shen pun langsung saja dengan cepat kembali menyalakan mobilnya untuk langsung parkir dan masuk ke dalam rumah, agar bisa bertemu dengan mamahnya Shen yang Sin bilang sudah merasa khawatir dengan keadaan Shen yang belum pulang juga ketika hari sudah mulai gelap.
Tanpa bicara apa-apa lagi saat itu Shen pun langsung saja pergi meninggalkan Sin yang saat itu menghentikan kendaraannya dengan cara yang buruk tentu saja, hingga yang dilakukan Shen saat itu pun langsung saja masuk kedalam rumahnya dimana ibunya sudah menunggu kedatangan Shen saat itu. Shen yang saat itu dikhawatirkan oleh ibunya tentu saja langsung ditanya kenapa dirinya sampai bisa pulang ketika hari sudah malam seperti ini, tak seperti biasanya dan ini malahan adalah kali pertama Shen pulang ketika hari sudah malam sendirian, tak seperti biasanya dimana Shen tak pernah pergi sendirian hingga baru pulang malam hari kecuali jika Shen pergi dengan kakaknya yaitu Sin.
mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja dengan tenang Shen menjawab apa yang sudah dia lakukan hingga pulang malam seperti ini, dan tentu saja darimana Shen sebenarnya kepada ibunya karena Shen tak merasa salah jadi tentu saja Shen biasa saja ketika menjawab pertanyaan ibunya saat itu. Hingga karena pertanyaan ibunya sudah selesai dijawab dengan perasaan ibunya yang lega karena memang tak terjadi hal buruk kepada Shen, dia pun langsung saja pamit untuk masuk ke dalam kamarnya mencoba untuk membersihkan dirinya dan beristirahat.