Shen yang saat itu sudah berada di kamarnya tentu saja langsung mencoba untuk beristirahat ketika sudah membersihkan tubuhnya , sementara itu Ben yang saat itu juga sudah membersihkan dirinya langsung saja pergi ke ruangannya untuk beris sejenak, tapi tak lama ketika Ben baru saja merebahkan dirinya mencoba untuk beristirahat Ben pun langsung saja beranjak dari tempatnya beristirahat dan melamun, mengenai dirinya yang sekarang merasa ada yang sedang memikirkan nya.
"Kenapa aku merasa ada yang sedang memikirkanku? perasanku tak enak. Apa akan ada sesuatu yang terjadi? atau mungkin sesuatu yang sedang terjadi sekarang ini?" tanya Ben, dalam hatinya bingung.
Hingga Ben yang saat itu sudah bangkit kembali dari tidurnya langsung saja berjalan dengan sadar meskipun pikirannya yang tak karuan menuju ke balkon perguruannya tersebut.
"Sepertinya perasaan yang aku sedang rasakan ini karena aku yang hanya sedang merasa lelah dan bosan saja, mungkin dengan mencari udara segar aku bisa melupakan rasa tak karuanku yang cukup menganggu ini," ujar Ben ketika berjalan ke balkon perguruan saat itu mencoba untuk mendapatkan udara segar yang mungkin saja bisa membuatnya merasa lebih baik.
Dan ketika Ben sudah sampai di balkon perguruannya tersebut Ben pun langsung menuju ke pojok dari balkon tersebut, mencoba untuk benar-benar mendapatkan udara segar yang ada di balkon perguruan tersebut tentu saja, tapi ketika Ben mendapatkan udara segar yang ada di balkon perguruannya tersebut Ben pun malah kembali melamun sambil melihat ke bawah balkon perguruannya sambil merasakan rasa nyaman. Di sisi lain Shen yang saat itu juga sudah berada di kamarnya untuk beristirahat langsung saja kembali beranjak juga dari tempat tidurnya itu, melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Ben, yaitu mencoba untuk mendapatkan udara segar yang mungkin saja akan bisa dirinya dapatkan ketika berada diluar rumah, hingga pada akhirnya Shen pun keluar rumahnya untuk mendapatkan udara segar tersebut sambil pikirannya yang saat itu sebenarnya dipenuhi dengan Ben, dan inilah alasan kenapa Ben merasa jika dirinya sedang diawasi yang membuat dirinya merasa tak enak hingga memutuskan untuk menghirup udara segar di balkon perguruannya saat itu 'karena memang ada seseorang yang sedang memikirkannya, dan itu adalah Shen'.
"Entahlah apa yang harus aku lakukan sekarang Ben, karena aku benar-benar merasa jika aku tertarik olehmu yang sangat pintar Ben, bukan hanya itu hal yang membuatku tertarik kepadamu karena kebaikanmu yang sepertinya sangat tulus membantu seseorang," ujar Shen dalam hatinya sambil tersenyum sendiri memikirkan mengenai Ben.
Di sisi lain ketika Shen dan Ben sama-sama melamun karena mereka sama-sama merasakan hal yang membuat mereka harus mendapatkan rasa gelisah dalam hatinya ada Seena yang saat itu sedang berbicara dengan Sin, dan yang Seena bicarakan kepada Sin saat itu adalah mengenai adik Sin yaitu Seena yang mengatakan jika sepertinya Shen sedang dekat dengan Ben, dan Seena mengatakan semua itu kepada Sin bukan tanpa sebuah alasan atau tujuan tapi yang Seena lakukan saat itu semata-mata karena dirinya yang merasa iri, dan tak suka karena Ben yang sebenarnya dirinya juga kagumi malah dekat dengan wanita lain bukannya merasa bersalah atau meminta maaf kepada Seena, tapi Ben seperti orang yang acuh dan tak merasa bersalah sedikitpun kepada Seena meskipun dengan jelas jika Seena berprilaku sangat berbeda dari biasanya karena perkataan Ben yang menyakitinya.
Seena yang berharap Ben sadar jika yang dilakukannya adalah hal salah, dan menerima permintaan maaf dari Ben malah sebaliknya Ben justru malah terlihat sangat acuh kepada Seena, dan justru yang lebih membuat Seena kesal adalah bukan hanya acuh tapi Ben malah dekat dengan seseorang perempuan yang tentu saja membuat Seena jadi merasa kesal dan marah, sampai sekarangpun yang Seena bicarakan kepada Sin yaitu mengenai kedekatan Shen dan Ben, mencoba untuk memberikan provokatif kepada Sin jika kedekatan mereka berdua tak bisa di biarkan, agar Sin bisa melarang adiknya Shen dekat dengan Ben hingga Ben bisa sendiri lagi tanpa ada orang yang mendekatinya, dan membuat Seena kembali berpeluang untuk mendapatkan perhatian Ben hingga tentu saja akan membuat Ben sadar jika yang dilakukannya adalah hal yang salah, lalu sadar juga jika dirinya sudah menyakiti Seena dan tujuan utamanya tentu saja mendapatkan hati Ben, membuat Ben merasa sangat bersalah hingga Ben memilih Seena karena Ben yang merasa bersalah, dan setelah seperti itu tentu saja Seena akan membuat Ben luluh dan patuh kepada Seena karena rasa bersalah yang Ben rasakan.
"Sin kau tahu kan sekarang yang sedang dekat dengan adikmu?" tanya Seena. "Kita pernah beberapa kali melihat adikmu yang sedang berduaan dengan seseorang kan?" tanya lagi Seena.
"Ya aku tahu itu, dan orang yang kau maksudkan adalah Ben kan? lalu kenapa dengannya? apa ada yang salah?" tanya Sin.
"Kenapa kau santai sekali menjawab hal yang sedang aku katakan Sin? kau tak khawatir dengan adikmu?" tanya lagi Seena.
"Khawatir? kenapa aku harus khawatir dia tak akan melakukan hal buruk kepada adikku karena kita tahu dia itu hanya seorang culun yang kutu buku, dan so pintar dikampus? jadi tentu saja tak ada yang harus aku khawatirkan Seena," jawab Sin.
"Apa hanya itu Sin?" tanya Seena aneh. "justru karena dia culun yang membuatmu harus merasa khawatir kepadanya Sin, bagaimana jika Ben memanfaatkan Shen dengan sikap culunnya, dan yang lebih parah bagaiman jika Shen hanya berpura-pura memiliki sikap culun padahal sebenarnya Ben sedang merencanakan sesuatu, dan sesuatu hal tersebut adalah hal yang tidak kita inginkan kepada adikmu?" tanya lagi Seena.
"Ayolah Seena kenapa kau begitu berlebihan bicara mengenai Ben? tenang saja dia tahu siapa yang sedang dekat dengannya, dan tentu saja dia tak akan sampai mau bermacam-macam kepada adikku, kau tak usah khawatir. Dan sepertinya dia juga tahu mengenai konsekuensi yang akan diterimanya jika dia sampai melakukan hal yang bodoh," jawab Sin.
"Kau bodoh Sin, kau bodoh!" seru Seena. "kau tak tahu kan jika sebenarnya Ben tinggal di sebuah perguruan bela diri, yang tentu saja karena tempat tinggalnya disana, tentu saja Ben akan setiap hari berlatih bela diri. Kau mungkin menganggap jika sekarang Ben adalah seseorang yang culun dan lemah tapi Sin sepertinya kau salah jika kau sampai tak mencoba memperhatikan adikmu yang bisa saja memang sedang berada dalam bahaya karena adikmu sedang dekat dengan seseorang yang bisa saja dia hanya berpura-pura tenang dan culun seperti Ben, padahal sejatinya Ben adalah pria yang agresif yang bisa saja melakukan sesuatu yang tidak kita duga Sin," ujar Seena, mengatakan mengenai hal yang berlebihan mengenai Ben saat itu.
"Tenanglah Seena!" seru Sin. "tapi jika memang seperti itu tentu saja sepertinya aku harus memberikan Ben sedikit peringatan agar dirinya tak sampai melakukan kesalahan karena dirinya yang sedang dekat dengan adikku, jika memang yang kau katakan ini benar Seena. Tapi sebelum aku melakukan sesuatu memperingatkan Ben aku ingin bertanya dulu kepadamu darimana kau tahu dan yakin jika Ben memang tinggal di perguruan dan bagaimana kau bisa yakin mengatakan jika Ben rutin berlatih di perguruan tersebut?" tanya Sin.
"Kau harusnya tak perlu menanyakan hal seperti itu Sin, tapi baik aku akan jawab mengenai keyakinanku ini Sin. Dan aku bisa yakin seperti ini karena aku yang pernah melihat Ben di perguruan tersebut Sin, dan bukan hanya melihat saja tapi aku pernah langsung datang ke perguruannya tersebut meskipun tidak ikut masuk ke dalam sana. Aku bicara seperti ini karena aku yang melihat dirinya langsung Sin," ujar Seena.
"Lalu apa yang kau inginkan? apa yang kau ingin aku lakukan Seena? apa?" tanya Sin, sedikit membentak.