Sin yang saat itu malah seperti di desak untuk melakukan hal yang ingin Seena lakukan kepada Ben karena tak suka dengan hubungan Shen yang malah sepertinya jadi lengket dengan Ben, malah mendapatkan jawaban yang kurang enak bahkan Sin malah membentak Seena yang saat itu mendesak Sin melakukan sesuatu agar Shen dan Ben tak terus bisa bersama hingga Seena tak merasakan panas karena api cemburu yang malah jadi dirasakan olehnya ketika melihat kedekatan Shen dan Ben.
"Kenapa kau jadi malah membentaku seperti itu Sin? aku hanya khawatir dengan adikmu yang bisa saja berada dalam bahaya karena orang yang sepertinya tak cocok dekat dengan orang yang aku rasa bukan orang yang baik Sin," ujar Seena tetap saja ngotot ingin Sin melakukan sesuatu yang dirinya inginkan, yaitu membuat Shen pergi jauh dari Ben.
"Bukan seperti itu sayang maaf, aku benar-benar tak bermaksud untuk menyakiti hatimu tapi sayang kau tak usah terlalu merasa khawatir dengan adikku karena dia bukan orang yang mudah di bodohi, dia bukan orang yang bodoh dan dia bukan orang yang mudah untuk dimanfaatkan Seena, jadi kau tidak perlu khawatirkan dia hingga seperti ini," ujar Sin.
"Kau bodoh Sin, kau sangat bodoh. Kemarin ketika adikmu pulang di waktu yang sudah malam hari apa kau tahu darimana dia Sin? dan apa kau tahu dengan siapa dia pergi?" tanya Seena.
"Darimana kau tahu jika dia kemarin pulang hingga larut malam?" tanya Sin aneh.
"Jawan pertanyaanku Sin, bukan malah kembali bertanya!" seru Shen bicara.
"Baiklah, aku tak tahu darimana dia kemarin sampai pulang malam hari. Lalu apa masalahnya? dia bukan anak kecil yang harus di perhatikan atau yang harus dikhawatirkan seperti ini Seena, lagipula dia pulang ketika hari baru mulai gelap bukan ketika hari sudah sangat gelap dan larut malam," ujar Sin.
"Lalu kau akan membiarkannya begitu saja Sin? kau tak takut ini akan menjadi awal dia bersikap buruk, bisa saja ini hanya permulaan kan Sin permulaan yang akan membuatnya menjadi orang yang lebih berani pulang malam bahkan perlahan mungkin saja dia akan mulai berani pergi tanpa bicara dan pulang ketika waktu yang semakin larut. Kau tak takut itu akan terjadi Sin?" tanya Seena.
"Baik, baik Seena sayang. Baik aku sepertinya mengerti kemana arah pembicaraanmu, dan karena kau memang sepertinya benar aku tak ingin jika sampai Shen menjadi anak yang menjadi berprilaku buruk dengan mulai pulang malam. Baik nanti aku akan tanyakan kemana dia pergi sampai dia bisa pulang ketika hari sudah malam," ujar Sin jadi luluh mengatakan saja akan menanyakan hal tersebut kepada Shen.
"Ternyata meskipun kau berandalan kau memiliki rasa peduli dan rasa sayang juga kepada adikmu Sin? dasar bodoh," ujar Seena dalam hati sambil tersenyum jahat, ketika dipeluk oleh Sin. "Ya baiklah jika seperti itu Sin, sekarang sepertinya hari sudah mulai gelap jadi mungkin lebih baik aku pulang, sebelum hari menjadi sangat larut. Aku juga butuh beristirahat Sin," ujar Shen, sambil melepaskan pelukan Sin saat itu.
"Larut malam? ini baru jam 8 pun kurang, kau bicara sudah larut malam? ayolah sayang apa kau tak ingin bersenang-senang dulu? aku akan memberikanmu kepuasan sayang. Ayo!" seru Sin, sambil menarik tangan Seena.
"Sial Sin sudah mulai bicara hal yang tidak aku inginkan, aku harus mengelak agar aku bisa pergi dari sini tanpa terlihat begitu menolak perkataan Sin," ujar Seena. "Maaf Sin tapi meskipun belum terlalu larut tapi aku sudah berada cukup lama disini, apa kau tidak kasihan kepadaku jika aku sampai kelelahan esok hari?" tanya Seena.
"Hanya sebentar sayang, aku benar-benar akan mencoba membuatku puas dengan apa yang akan aku berikan untukmu," ujar Sin, dengan wajahnya yang sudah bernafsu mendekatkan bibirnya ke leher Seena.
"Hentikan Sin, aku ingin pulang sekarang. Kau tahu kan jika aku tidak suka jika sampai melakukan sesuatu yang kurang membuatku puas, jika aku sedang berada dalam mood yang buruk seperti ini tentu saja apa yang aku lakukan tak akan sampai menemukan kepuasan. Jadi aku minta padamu hentikan dan antarkan aku pulang, atau aku akan pulang sendiri saja jika kau memang tak ingin mengantarkanku," ujar Seena, meminta pulang dan langsung bicara dengan nada ancaman kepada Sin.
Dan Sij yang saat itu sebenarnya sudah bernafsu untuk bersenang-senang dengan Seena melakukan sesuatu yang Sin inginkan tentu saja, langsung mencoba menghentikan nafsu yang sudah dirinya miliki dan langsung saja menjadikan bibirnya dari mulut Seena, karena Seena juga yang membuatnya mundur saat itu. Lalu tanpa bicara apa-apa saat itu Sin langsung saja pergi meninggalkan Seena dengan wajah yang kesal karena sepertinya apa yang diinginkannya tidak Seena kabulkan, tapi meskipun begitu Seena tak peduli membuat Sin marah ataupun kesal sehingga yang dilakukan Seena saat itu hanya langsung saja mengikuti Sin yang pergi menghampiri mobilnya, tentu saja akan langsung mengantarkan Seena pulang ke rumah, dan yang terjadi saat itu tentu saja Sin mengantarkan Seena pergi ke rumahnya meskipun dengan wajah dan perasaan yang kesal.
Singkat cerita saat itu Shen sudah sampai di rumah Seena.
"Baiklah sudah sampai, terima kasih karena kau sudah mengantarkanku pulang Sin. Sampai jumpa lagi lain hari, pastikan kau sudah menanyakan sesuatu yang harus kau ketahui dari Shen!" seru Seena.
"Kenapa terburu-buru sekali sayang, kau tak lihat aku yang seperti ini?" ujar Sin, sambil mendekati kembali mulut Seena mencoba untuk mencium dan memeluk tubuh Seena saat itu.
Tapi Seena yang saat itu berpikir jika dirinya sedang dalam bahaya karena Son sepertinya akan melakukan hal yang dirinya tidak inginkan langsung saja, menghindari dan mencoba melepaskan pelukan tangan Sin.
"Lepaskan Sin! apa kau tak berpikir bagaimana jadinya jika sampai kita di pergoki oleh orang lain, terlebih lagi orang tua ku. Sudah selamat tinggal Sin," ujar Seena, sambil melepaskan pelukan Sin dan tentu saja menghindar dari ciuman bibir yang Sin saat itu akan lakukan.
Lalu saat itu Seena langsung saja keluar dari mobil dan pergi masuk ke rumahnya tanpa sepatah katapun kepada Sin lagi, meskipun saat itu sin terlihat morang-maring kesal di dalam mobilnya karena tak sedikitpun mendapatkan apa yang dirinya inginkan, meskipun hanya sebatas ciuman mesra.
"Aarrrrhhhhh sial, ciuman saja tidak bisa aku dapatkan apa lagi tidur dengannya. Awas kau Seena, aku akan mendapatkan dan menikmati tubuhmu nanti, lihat saja aku pasti akan mendapatkan apa yang aku kau," ujar Sin kesal, bahkan sampai menggebrak bagian depan mobilnya saat itu.