bagian 66 - Malam Pertama.

2007 Kata

Takdir Tuhan, siapa yang tahu? Mengira aku akan hidup sendiri dalam kesepian, tapi ternyata Tuhan mengirimkan Yasir, sosok hangat dan penyayang untuk diriku. Kebahagiaan ini tiada terukir, aku harap Mas Yasir adalah yang terakhir untuk hidupku. Dan semoga Tuhan mengizinkan. ***Ofd. Hembusan nafas Mas Yasir begitu lembut menyapa tubuh, tiupan cinta yang keluar dari bibirnya menerpa tekuk leher, membuat aku bergidik seketika. Mataku terpejam erat saat kecupan hangat hinggap dileherku. Bulu kuduk meremarang, nafasku terhenti seketika, saat kecupan itu kembali dia daratkan. Kedua tangannya yang melingkar diperutku semakin dieratnya. Kumis tipisnya mengenai telinga, membuat sensasi geli menerpa tubuh. "Harum ..." desahnya ditelinga. Tenggorokan terasa kering, bahkan saliva pun sulit untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN