bagian 67 - Mas Yasir, Nakal.

1507 Kata

"Eh ... maaf." ucapku dengan pipi bersemu merah. Mas Yasir terkekeh, lalu mencium pucuk kepala ini dengan lembut. Suara hujan semakin deras terdengar, seolah merestui apa yang sedang kami kerjakan. Bisa aku rasakan tangan kekar itu melepas kancing bajuku dengan bibir yang masih berpagutan. Aishh ... sangat menggairahkan, membuat gelora yang sedari tadi terpendam benar-benar terbangun dari tidurnya. Mas Yasir yang semula gugup kini mulai melepaskan satu demi satu pakaian yang melekat pada tubuhnya. Tangan nakalnya mulai menjelajah, tanpa aku minta, dia langsung melakukan hal yang memang seharusnya dia lakukan. Mata bening itu menatapku teduh, binarnya begitu indah membuatku sedikit memajukan wajah. Pelan namun pasti, bibir itu kembali menyentuh dan melumatnya lembut hingga berubah liar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN