bagian 37 - Sakit Hati.

1040 Kata

Santi menangis pilu melihat Wisnu dipapah oleh security, tubuhnya masih bergetar mengingat kejadian kekerasan didepan matanya. Jaya menatap sinis, menyentak pakaiannya lalu berjalan dengan hati puas menuju kamar inap Hanum. "Dari mana saja, Pak." Hanum langsung melempar tanya saat Jaya menduduki kursi disamping ranjangnya. "Dari kamar, Ika." sahut Jaya sambil menormalkan detak jantung. "Kamu belum tidur?" tanya Jaya, bibirnya melengkung tipis mencoba bersikap sewajarnya. Hanum menghela nafas, mengingat Ika, dadanya kembali terasa sesak. "Ika bilang dia mau cerai," lirih Hanum, hati berderit pilu meraba sakit hati yang diderita putrinya. Jaya yang mendengar langsung menoleh, wajah terlihat kaku dengan kening yang mengkerut. "Kasihan, Ika dan anaknya ..." desah Hanum dengan suara terta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN