Biar bagaimana pun, aku tidak ingin dirugikan. Aku tidak mau tangan kotor lelaki tua itu kembali melukaiku. Saat keadaan mulai tenang, aku putuskan untuk pulang setelah melaksanakan sholat magrib, tak lupa menyelipkan beberapa lembaran uang seratus ribuan pada Ibu mertua. Ibu sempat menolak, namun aku bersikeras aku tidak mau Ibu kesulitan jika mau membeli sesuatu mengingat saat ini adalah tanggal tua. "Makasih, Riss." mata Ibu masih berkaca-kaca, senyumnya terlihat tulus saat menatap kearahku. "Ibu jaga kesehatan," ucapku. "Iya. Kamu hati-hati, titip salam sama Dila. Ibu kangen sama dia," sahut Ibu. Aku hanya mengangguk, menoleh kearah Ika yang masih terlelap lalu keluar ruangan. Di depan pintu aku lihat ada Wisnu yang duduk terpekur, tatapan matanya terlihat kosong wajah sedihnya ma

