Setahuku Hella disini tidak ada sanak saudara selain Rissa, apa iya Rissa mau menampungnya kembali? Aaargghh! Meremas rambut dengan kuat, kepalaku kini berdenyut-denyut memikirkan nasib Hella. Gusar ... kakiku melangkah mengelilingi ruangan pengap dan lembab ini, kegelisahan dihati membuat aku ingin melempar apa pun yang ada didalam ruangan. "Bisa diam ga sih, Rud. Bapak pusing denger kakimu, berisik!" gerutu Bapak. Membuang nafas dengan kasar melalui mulut, mencengkram jeruji besi dengan erat. Pikiran benar-benar kacau, sungguh aku tak ingin terlalu lama tinggal di dalam neraka ini. "Ibu kemana sih, tidak kasih kabar sama sekali!" geramku. Kepala benar-benar terasa panas, hati semeraut tak tentu arah. Rissa ... kau benar-benar membuatku gila! Bapak yang sedang tiduran beringsut d

