bagian 28 - sakitnya operasi, lebih sakit di khianati.

1494 Kata

Suster menyerahkan gawai milik Hanum yang sebelumnya di titipkan untuk mengisi daya batrai. Dia langsung menghubungi Rissa saat gawai ditangannya kembali menyala. "Astagfirulloh ... maaf, Buk." pekik Rissa saat Hanum bertanya mengapa dia tak kunjung datang. "Pulang kerja, Rissa langsung kerumah sakit." jelas Rissa dengan wajah sungkan. Meski tak melihat langsung wajah mertua, Rissa yakin Hanum sangat kecewa menunggunya. "Keadaan Ika gimana, Buk?" tanya Rissa. Hanum menghela nafas, terhitung sudah 16 jam Ika belum juga sadarkan diri. "Keadaan Ika belum ada perkembangan, dia masih kritis." jawab Hanum sambil meremas ujung bajunya dengan gusar. "Ya Alloh ..." Rissa diujung telepon menghela nafas panjang, memejamkan mata merasakan perih di dalam sanubari. Di mata Rissa, Ika adalah sosok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN