Belum sempat Hanum melanjutkan ucapan, tiba-tiba gawainya mati kehabisan daya. Hanum hanya bisa menatap perih, tergugu pilu seorang diri. Rissa yang sedang dilanda kecemasan langsung bangkit dari tempatnya dan meninggalkan meja makan. "Mau kemana, Neng?" sela Bik Narti terpogoh mengikuti langkah Larissa. "Mau kerumah sakit, Bik. Ika sudah melahirkan, kata Ibu saat ini keadaannya kritis." jawab Rissa cemas. Bik Narti terkejut, mengusap d**a sambil menyerukan nama Tuhan. "Ya sudah, Neng. Hati-hati ya," sahut Bik Narti dengan wajah cemas. "Iya, Bik. Titip Dila ya," Rissa langsung menuju mobilnya, memanaskan mesin sebentar lalu melajukannya menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan Rissa tak henti beristigfar, dan berdoa berharap keadaan Ika baik-baik saja. Di tengah perjalanan gawainya

