"Argh... Mas tolong aku," isaknya pilu. Matanya menatap nanar suamiku. Mas Daniel diam ditempat, dia terlihat bingung harus berbuat apa. "Mas.." tangan Anitta terulur berharap Mas Daniel menyambutnya. Sayang gayung tak bersambut, alih-alih menolong Mas Daniel malah melemparkan pandangan kearah lain. Sadar ulurannya tidak akan tersambut, Anitta kembali terisak memandangiku penuh kebencian. "Awas kau perempuan mandul!" Jeritnya makin histeris. Laki-laki bodoh itu nampak menelan salivanya, dia menatapku dengan sorot mengiba. Dasar manusia tidak berakal, akan kubuang kau bersama gundikmu. Tunggu saja saat itu. Aku merapihkan baju yang sedikit berantakan. Berjalan mendekati Mas Daniel, dan tersenyum manja didepannya. "Antar aku ke kantor sayang," ucapku tanpa beban. Tanganku meraih tas k

