bagian 17 - Luka ini masih basah.

1334 Kata

Bangkit dari kursi, aku berjalan keluar rumah dengan hati yang kesal luar biasa. Dari pintu rumah kulihat Paman tengah santai duduk di posnya, saat melihatku dia langsung bangkit dan menegakkan badan. "Paman," sapaku saat mulai dekat berjalan kearahnya. Paman menatapku lurus, menunggu ucapanku selanjutnya. "Awasi dua manusia itu, laporkan apa saja kegiatan mereka dirumah ini." Laki-laki bertubuh kekar itu mengangguk pasti, tersenyum miring lalu aku meninggalkannya menuju mobil. Lelah sekali rasanya jiwa dan ragaku. Masih terasa mimpi, Mas Daniel menduakanku. *** Seminggu sudah berlalu, tapi tidak ada tanda-tanda Mas Daniel ingin mengembalikan uangku. Apa dia lupa ingatan? Sudah tiga hari pun dia tidak menjemputku seperti biasa. Apa dia sudah lelah merebut hatiku kembali? Malam ini s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN