bagian 39 - Ular sesungguhnya.

1289 Kata

"sayang, anak Bunda." Hella mengulurkan tangan meraih Hamdan yang duduk menangis sesegukan. "Kita berobat sekarang ya," lirihnya sambil mengambil gendongan, meraih dompet berwarna pink yang ada diatas kursi, lalu memasukkannya kedalam tas kecil. Hela bertekad akan mencari keberadaan, Rissa. Tapi sebelumnya dia akan kerumah orangtua Rudi, untuk meminta sedikit uang. Yah ... memalukan memang. Tapi dia tak punya pilihan. Dari pada anak sakit dan kelaparan, itu jauh lebih menakutkan. Meski baru dua kali menginjakkan kaki dirumah Hanum, Hella dapat mengingat jalan untuk kembali kerumah itu. Hella sudah menguatkan mental, berjaga-jaga jika nanti Hanum akan menyemprotnya dengan kata-kata kasar. "Pak, beli obat panas untuk anak dua tahun." ujar Hella didepan apotek. Kebetulan didepan gang kon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN