bagian 25 - Tertekan

1427 Kata

Mata Jaya melotot, menatap Hanum dengan tatapan meyalang. Panas hati yang sejak tadi dia pendam kini meletup-letup, tangannya mengepal dengan kuat. Andai tidak berada di dalam jeruji, sudah pasti Jaya akan melayangkan tamparan keras di mulut Hanum. "Kenapa?" sentak Hanum, di balas tatapan Jaya dengan tatapan tajam pula. Jaya menarik nafas, mencoba menahan amarah. "Tolonglah, Buk. Masa kamu tega lihat aku tidur disini," suara Jaya melemah, wajahnya memelas. Kali ini dia berusaha untuk menekan imagenya di depan Hanum. Toh nanti Hanum yang akan memohon pada Rissa, bukan dirinya. "Kamu yang bikin masalah, aku juga yang repot. Coba saja dari awal kamu dengar omonganku. Pasti ... kamu tidak akan ada di dalam penjara saat ini. Apa susahnya sih, berlaku baik di depan Rissa. Sekarang bisanya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN