Hanum mengurai pelukan, berbalik badan matanya melotot tajam pada suaminya. Jaya mendengkus kesal, menghempaskan b****g dengan kasar diatas kursi. 'Dasar tua keladi! Semakin tua, semakin jadi.' geram batin Hanum. "Kamu sudah berobat, Nak?" tanya Hanum basa-basi. Sungguh pertanyaan yang sangat bodoh. "Sudah, Buk." jawab Rissa sopan. Hanum menghela nafas kasar, canggung berdekatan dengan menantunya. Sesekali dia melirik kearah Rissa, meringis ngilu saat melihat lebam di wajahnya. "Pak ..." ucap Hanum dengan suara tertahan, matanya melirik kearah Jaya dan Rissa bergantian. "Cepat minta maaf," sambungnya dengan suara pelan namun ditekan. Jaya berpura pilon, menatap acuh pada istrinya. Berkali Hanum mengatur nafas, menahan letupan emosi yang mulai bersarang di dadanya. "Astagfirulloh ..

