bagian 20 - Ancaman Rissa.

1291 Kata

Entah mengapa, hati ini pilu melihatnya di perlakukan kasar oleh, Bapak. Aku tak terima wanita yang masih bergelar menjadi istriku di perlakukan semena-mena oleh orangtuaku sendiri. Tidak ada yang boleh melukainya, hanya aku, hanya aku yang pantas mendidiknya. "Bangun! Cepat cabut laporanmu!" teriak Bapak dengan mata menyalang. Aku meneguk saliva, memandang cemas pada Rissa yang kesusahan untuk berdiri. Dia memegangi perutnya, membuat rasa bersalah semakin menjalar di hatiku. Rissa tersenyum tipis, menatap Bapak dengan tatapan lurus. "Bapak mau saya penjarakan juga?" Aku terperangah pun dengan Bapak. "Ku-rang ajar!" geram Bapak semakin murka. "Jangan menatap saya seperti itu, saya tidak melakukan kesalahan apapun. Saya hanya menegakkan keadilan untuk diri saya sendiri." tegas Rissa d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN