bagian 85 - Manis.

1414 Kata

Belaian air laut menyentuh kulit, suara ceria terdengar di telinga. Meski dingin terasa menggigit kulit, namun kaki ini terus saja melangkah, menyusuri pantai. Udara segar memasuki indra penciuman, kupejamkan mata seraya menarik nafas dalam-dalam. "Cantik ..." bisiknya di telinga. Kedua tangan kekar itu perlahan melingkar di pinggangku. Aku mengeratkan badan, rasa nyaman menyelusup saat berada dalam dekapannya. Suasana pantai yang tamaram, dan tidak terlalu banyak orang, membuatnya berani mendekapku di alam bebas. "Sudah malam, balik kamar yuk ..." ajaknya. Mataku masih fokus melihat hamparan air laut yang berwarna gelap, sesekali ombak kecil menerjang kaki ini. Walau angin laut begitu dingin, namun airnya terasa hangat menyentuh kulit. "Mas ..." desahku. "Hm?" aku membalik badan, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN