Sejak siang rintik hujan terus membasahi bumi, meski pendingin ruangan sudah di matikan tetap saja rasa dingin membuat tubuhku menggigil. Kembali menarik selimut, merapatkan pelukkan pada kekasih hati, memandangi ke Indahan wajahnya yang mampu membuatku tergila-gila. "Ishh ... gemes!" gumamku sambil menjawil kedua pipinya. Meraba bulu halus yang ada di samping telinga, lalu menciumi pipi tirusnya. "Hm ..." tubuh itu menggeliat, lalu kembali tenang. Tersadar aku memperhatikannya, Mas Yasir mengeratkan pelukkan. "Kagum ya." lirihnya, masih dengan mata yang terpejam. Alisku menaut, mendengar suaranya. Sudah bangun? "Aku, ganteng kan?" ucapnya dengan manik menyorot padaku. Aku ternganga, dibuatnya. "Baru tahu ya, kalau aku gantengnya pakai banget." sambungnya dengan senyum yang merekah.

