bagian 83 - Mas Daniel, tertangkap.

1558 Kata

Lima belas menit Bik Inah datang dengan alat tespack ditangan. Bibirnya terkulum senyum saat menyerahkan benda itu ketanganku. "Semangat, Non ..." ucapnya sambil mengangkat tangan yang terkepal dan mata yang berbinar. "Iya ..." aku meringis lalu tersenyum kecil menanggapi tingkah, Bik Inah. Ayah menganggukkan kepala, wajahnya terlihat sangat bersemangat. "Ayo, Mas bantu." Mas Yas meraih tangan dan menuntunku masuk ke dalam toilet. "Bismillah ya sayang ..." ucapnya seraya membelai wajahku, matanya berbinar dengan bibir terangkat sempurna. Aku hanya mengangguk, lalu menutup pintu toilet. Kupandangin alat berwarna putih panjang ini, dengan gamang. Tiba-tiba saja perasaan ini menjadi sedih. Takut, harapan orang yang ada diluar pupus saat melihat hasil dari alat ini. "Bismillahirrahmanir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN