bagian 91 - Fiona Menyesal.

1217 Kata

Mas Yasir membangunkanku, menuntun langkah ini menuju mobil ambulance. Selang oksigen sudah terpasang di hidung Ibu, aku putuskan untuk masuk kedalam mobil menemani Ibu yang terbaring lemah tak berdaya. Kusingkirkan segala ego yang selama ini bersarang di dalam hati. Walau bagaimana pun, Ibu sudah menyelamatkan aku. "Mas nya mau masuk juga?" tanya seorang petugas pada, Mas Yas. Mas Yasir mengangguk lemah, pandangannya lurus melihat Ibu. "Tunggu sebentar Mas, saya menepikan mobil dulu," sahut Mas Yas, dengan nafas yang masih tersenggal-senggal. "Jangan terlalu lama, pasien harus segera di tangani," titah petugas. "Oh ... yasudah silahkan jalan Pak. Saya menyusul dari belakang," balas Mas Yas, sambil berlari kearah mobilnya. Petugas masuk kedalam mobil lalu menutup pintu dengan pelan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN