Happy Reading ^_^ *** "Berkedok ingin memberikan pelajaran, tapi sebenarnya hati kamu yang belum rela. Kamu belum sesiap itu untuk kehilangan dia kan? Bahkan, saya yakin masih ada setitik pikiran kamu yang berharap suami kamu akan berubah dan kembali pada kamu kan?" Alia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena tebakan Bagas memang benar. Ya, dia memang masih berharap Keenan kembali padanya. Alia tersenyum kecut karena pernyataan Bagas begitu menyentil benaknya. "Saya punya temen arisan, di mana neneknya temen saya pun mengalami tragedi ini. Kakeknya temen saya ini berselingkuh, tapi si nenek nggak mau cerai. Mereka menjalani hidup masing-masing tanpa ada kata cerai. Tapi akhirnya si kakek sadar kembali ke nenek. Memang agak lama, tapi akhirnya mereka tetap bersatu." "Dan kamu berharap

