Happy Reading ^_^ *** "Bagas, saya udah kasih tahu adik saya. Dan bener apa kata kamu, i feel better." Alia tidak tahu setan mana yang merasukinya, tapi Alia merasa punya keharusan untuk melaporkan hal ini pada Bagas. Alia merasa, karena Bagas yang meyakinkannya untuk bercerita, maka pria itu harus tahu kalau sarannya tersebut sudah dilakukan. Dan ya, hal itu memang terbukti ampuh. Alia merasa jauh lebih baik setelah melakukan itu. Di seberang sana, sosok Bagas Adisepta tampak termenung sebentar dengan ponsel pintar yang masih menempel di telinganya. Dia agak terkejut karena telponnya malam ini bukan dari teman kerja atau klien yang bertujuan untuk membahas masalah pekerjaan. Ini lebih ke bercerita. Dan rasanya aneh karena kliennya melakukan hal ini di jam-jam yang bukan jam kerja.

