Happy Reading ^_^ *** "Sekarang lo jujur-jujuran deh sama gue. Ini tuh sebenernya udah dari kapan? Lo gila ya karena nyembunyiin hal sebesar ini dari gue--bahkan keluarga kita!" "Gue malu, Le. Lo pikir gampang apa mengakui hal kayak gini?" aku Alia. Dan ya, semua ini memang lebih dominan ke rasa malu daripada rasa takut mengecewakan. "Gimana nggak, semua orang kayak berekspektasi tinggi sama pernikahan gue. Bahkan temen arisan gue pun sampe mendeklarasikan pernikahan gue sebagai pernikahan perjodohan yang happy ending. Bayangin, setelah dielu-elukan gitu dan ternyata faktanya nggak seindah itu." kata Alia lagi. Dengan Bagas, Alia masih memutar bahasanya agar tidak terkesan memikirkan kesan orang lain. Ada perasaan takut di-judge juga oleh Bagas makanya Alia menahan diri untuk tidak juj

