"Udah Na, lo jangan nangis." Ucap Angel seraya mengelus punggung Raina. Adel yang juga berada di sana pun kini memeluk Raina dari samping. Mengangguk cepat, mensetujui ucapan Adel, "iya Na, lo jangan nangis gitu, gue juga mau nangis nih." "Hiks, g-gue-" ucapan Raina tersengal, air mata gadis itu tak kunjung berhenti "hati gu-e sa-khit." Angel dan Adel hanya bisa menatap Raina prihatin. Karena kedua gadis itu pun bingung harus berbuat apa. Ini bukan masalah yang membutuhkan bantuan orang lain. Ini masalah hati, dimana harus merelakan apapun yang terjadi, kenyataan. "Gue nggak tau harus berbuat apa, tapi gue mohon, lo jangan berpikiran negatif ke Faya." Ucap Angel seraya menatap lurus kearah dimana kini Faya dan Gema berada. "Fa-ya itu jah-hat, di-dia nggak nga-nganggep gue te-mennya."

