Bab 56

1039 Kata

Gemgem baru saja pulang dari jamaah di masjid. Aku yang sedang murajaah hafalanku pun terkejut ketika mendapati sosoknya sudah duduk dihadapanku. Memasang senyum manis yang membuatku lagi-lagi luluh dalam pesonanya. Ah, semoga saja aku tidak terkena diabetes karena setiap hari harus melihat senyuman manis itu. "Sudah nyampek surat apa hafalannya?" tanyanya dengan terus menatapku. Aku yang masih belum biasa saja sekalipun sudah sering ditatap oleh dia pun menundukkan kepala, menutup al-quraan kesayanganku dan meletakkannya di nakas dekat tempat tidur. "Masih Al-khafi, belum lancar." Jawabku seraya mencuri pandang kearah Gemgem yang masih saja menatapku. "Sulit ya?" Aku mengangguk pelan dan tiba-tiba saja tangan kanan Gemgem mengelus kepalaku penuh kasih sayang, membuat hatiku menghangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN