Bab 45

1820 Kata

Gema pun terkekeh geli melihat wajah Faya yang seperti kepiting rebus. Lelaki itu tidak sadar jika Faya bukannya malu, tapi ia tengah menahan marah dan tangisnya. "Bisa ngga kamu jauhin Seira?" Akhirnya Faya pun mengucapkan kalimat itu. Kalimat yang selama ini ingin sekali Faya katakan namun ia tahan dalam hatinya. "Apa?" Gema terkejut, tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar. Matanya menatap intens Faya yang masih saja menunduk dan menyembunyikan wajahnya. "Kamu ngomong apa?" Faya tidak bisa mengucapkan kalimat itu lagi. Bukan kenapa, tapi gadis itu malu. Ia seolah menjadi manusia terjahat karena meminta Gema menjauhi Seira yang katanya hanya sahabat kecil itu. Dengan bodohnya Faya menggeleng dan berkata "aku nggak ngomong apa-apa," kemudian tersenyum, seolah tak terjadi ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN