Bab 44

1680 Kata

Faya mengaduk gelas terakhir kopi yang ia buat. Namun matanya masih saja menatap dua orang yang kini tengah sibuk mengobrol di ruang tengah. Telinganya pun seolah mencari cara agar mendengar apa yang mereka berdua bicarakan. Namun nihil, jarak Faya dan kedua orang itu terlalu jauh, jadi Faya tidak bisa mendengar apapun. Sesekali yang terdengar hanya gelak tawa yang berhasil membuat Faya menahan nafasnya. Ini sangat menyebalkan. Tentu saja, siapapun yang menjadi Faya pasti akan marah atau gelisah ketika melihat suaminya tengah bercanda dengan mantan kekasihnya. Ya, dua orang yang tengah sibuk berbicara di ruang tengah itu adalah Gema dan Seira. Tadi ketika Seira tengah sibuk membantu Faya membuat kopi tiba-tiba saja Gema datang dan bilang mau bicara dengan Seira. Alhasil disanalah mereka s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN