membantu Bibi dan bunda memasak. Padahal pagi ini ada kuliah, tapi gadis itu masih menyempatkan untuk membantu. Bibi sudah melarang, takut jika nanti Faya telat masuk, apalagi hari ini sudah mulai ujian tengah semester. Namun Faya tidak menurut. Katanya, dia ingin menjadi istri yang baik. Sekalipun hanya bisa membantu memotong sayur dan menyiapkan kopi pait kesukaan Gema. "Gema sudah bangun Fay?" tanya Bunda seraya mencuci sayuran yang sudah dipotong Faya dan akan dimasak untuk sup. Faya mengangguk mantap, "udah bun," Tangan gadis itu kini menuangkan air yang sudah mendidih ke dalam cangkir yang sudah ada gula dan kopi. "Gema emang beda banget sama Ari, lihat tuh abang kamu, jam segini baru bangun!" Zahrana menatap anak lakinya yang tengah berjalan menuju ke arah dapur. Ari yang merasa

