Seindah-indahnya tempat, jika itu bukan rumah, maka kamu tidak akan betah. Hal itulah yang dirasakan Faya. Oleh sebab itu gadis itu sangat senang ketika mobil Gema sudah memasuki pelataran rumahnya yang lenggang. Mobil Ari yang beberapa hari lalu masih berada di sana kini entah ada dimana. Membuat Faya sedikit berpikir kemana perginya lelaki itu malam begini. Ah sudahlah, dari pada memikirkan Ari yang tidak jelas keberadaannya, Faya lebih baik masuk dan bertemu dengan Bibi. Namun ketika mengetahui Ari yang berada di balik pintu, membuat Faya mengerutkan dahinya heran. "Bibi kemana?" tanya Faya seraya masuk ke dalam rumah dan mengabaikan Ari yang menyambut kedatangnya dengan senyuman lebar, ala-ala mas-mas toko merah yang ada di depan komplek. Ari mendengus sebal, mengabaikan Gema yang be

