Bab 41

2439 Kata

"Udah?" Tanya Gema saat mendapati Faya berdiri di sampingnya. Faya yang baru saja memenuhi panggilan alam itu pun mengangguk riang. Selepas makan durian perutnya mulas dan untungnya mereka sudah sampai rumah. "Udah," ucap Faya seraya bernafas lega. "Kamu siap-siap, kita akan kembali ke vila." "Sekarang?" Faya menatap langit yang gelap, membayangkan jalan di tengah-tengah perkebunan di saat langit gelap seperti ini membuat bulu kuduknya bergidik ngeri. Gema yang tau apa yang ada dipikiran Faya, hanya tersenyum jahil. Oke, sekarang ada fakta menarik yang baru diketahui lelaki itu, jika Faya tidak berani dengan hantu atau semacamnya. "Kamu kenapa sih senyum? Ada yang lucu?" Ucap Faya seraya menatap Gema sebal. "Nggak papa," ucap Gema seraya membuka langkahnya, menuju ke dalam rumah Pak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN