"Siang, Bang," sapa Annisa saat tiba disebuah ruko bertingkat dua dengan design ala Eropa. Ini adalah sebuah tempat yang disebut dengan studio oleh pemiliknya. Digunakan untuk bekerja dan melayani para nasabah yang akan meminjam uang. Terlihat seorang laki-laki dewasa duduk di sebuah kursi kebesaran layaknya para bos-bos besar pemimpin perusahaan. Bang Tobing namanya–rentenir kelas kakap dengan harta melimpah. Hampir seluruh penduduk pulau Industri memiliki hutang padanya. "Siang," balas si rentenir bertubuh gempal itu. Wajahnya datar. Tidak ada senyum sama sekali seperti saat pertama kali Annisa meminjam uang. Annisa tersenyum kaku. Sebisa mungkin dia bersikap normal meski sangat sulit. Sebab orang dihadapannya ini sudah mengetahui masalahnya. "Ini total hutang dan bunganya," kata p

