Shakeel membuka pintu perlahan. Memperhatikan, Annisa yang sedang tidur meringkuk membelakangi pintu masuk tepat dimana Shakeel sedang berdiri saat ini. Sore tadi laki-laki itu tidak pergi kemana-mana. Dia hanya keluar dari kamar kost, menutup pintu lalu duduk di kursi yang ada di lorong kamar mereka. Laki-laki itu berpikir, kalau dia terus-terusan berada disisi, Annisa ia pasti akan merasakan kesalahan itu lagi. Kesalahan karena telah meniduri, Annisa. Kesalahan karena telah merenggut kesucian wanita yang paling dia cintai itu. Shakeel sadar apa yang ia ucapakan tadi pasti akan melukai, Annisa tapi, Shakeel pikir bahwa dia memang harus melakukan itu. Setidaknya setelah mengungkapkan apa yang ada di hatinya membuat perasaan, Shakeel sedikit reda. Laki-laki itu sendiri bingung dengan

