"Kenapa? Kaget?" Garra menatap tajam, mengibaskan tangan Abraham. Lalu menghampiri Mia , segera membantu Mia berdiri. "Mia.. kau tidak apa apa?" Mia menggeleng. "Tuan Muda, anda.?" tanya Mia. Saat ini , Mia bukan berpura pura kaget seperti keadaan Abraham dan Sintia yang benar benar kaget. Tapi Mia ingin bertanya kenapa Garra menunjukkan secepat ini pada mereka jika dia sudah sembuh. "Kenapa Mia? Kau kaget aku bangun? Kau kaget aku sudah sembuh?" tanya Garra tanpa mempedulikan dua orang yang sudah mati rasa di depan nya itu. "Iya.. Iya tuan muda. Saya kaget. Saya terkejut." Mia, baru berpura pura. "Kalau aku tidak bangun, siapa yang akan melindungi istri pilihan ku ini? Siapa yang akan menghukum kedua biawak itu?" Garra menunjuk dengan kasar kearah mereka. "Garra, kau.. bagaimana mun

