Di sebuah ruangan yang luas dengan dinding yang bernuansa putih, yang juga masih terletak di kawasan rumah besar milik keluarga Mahendra. Beberapa pria berbadan tegap dengan pakaian serba hitamnya berdiri berkeliling, terlihat seperti sedang menjaga seorang tawanan. Diantara mereka jelas terlihat sekretaris Ang sedang berdiri dengan angkuh di sana. Dan sepasang suami istri yang tengah pilu berada di tengah tengah mereka. Sepasang suami istri yang sedang berharap jika ini hanyalah sebuah mimpi , mimpi buruk akan kesialan mereka. Abraham dan Sintia, terlihat sangat kacau , sesekali melirik Sekretaris Ang. Yang di lirik membuang muka. [Seharusnya ini tidak terjadi, jika aku tidak mempercayai Ang. Seharusnya ini tidak akan terjadi, jika aku tidak mengambil Gadis s****n itu.] Abraham mas

