Bab 23

1185 Kata

“Ah, sudah hampir sampai,” gumam Devan ketika ia baru saja terbangun. Dengan cepat, ia memeriksa jam tangannya. Tidak terlalu lama ia berada di pesawat, hanya tiga jam mereka sudah sampai di Paris dengan selamat. “Oi, Tasya. Bangunlah, kita sudah hampir sampai di bandara,” ujar Devan mencoba membangunkan Tasya yang tertidur pulas. “Emh, iya-iya aku bangun.” Tasya mencoba membuka matanya yang terasa berat. Mungkin efek perjalanan dan keantusiasannya untuk melakukan pertukaran pelajar ini.devan menghela napas panjang, memikirkan bagaimana ekspresi yang tepat ketika menemui istri tercintanya. Ingin rasanya untuk menghubungi Kayla sekarang, tapi karena ia masih di pesawat dan ponselnya masih dalam mode pesawat, lebih baik ia menghubungi ketika sudah samapi di bandara dan menunggu untuk bebera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN