Dua taun pun telah berlalu, Emma saat ini sudah genap berusia lima tahun. James berencana untuk kembali ke Paris untuk melihat keadaan di sana dan membuka cabang dari perusahaannya. “Emma, kita ke makam Mama dulu, yuk!” ajak James. Ya, Emma sudah tahu kenyataan bahwa Kayla meninggal saat ia melahirkan Emma. Dulu, sering Emma bertanya keberadaan ibunya karena memang belum diberitahu oleh James. Namun, ia sudah lelah karena pertanyaan yang sama itu selalu dilontarkan dari mulut kecil Emma. Jadi James beritahu saja hal yang sebenarnya terjadi pada Kayla. Dan ketika mengetahui kenyataan itu, Emma langsung menangis tersedu-sedu. Irah saja sampai kewalahan menenangkannya. James sadar, Emma hanya ingin punya waktu sendiri. “Maaf, Papa. Emma hanya ingin tahu hal yang sebenarnya terjadi. Emma b

