“Appa! Emma au ain tuuu!” seru Emma yang sudah berusia tiga tahun. Kini, dikembalikannya Emma kepada ayahnya, James. Selama tiga tahun James benar-benar terbantu oleh dokter Anna yang mengurusnya. Emma pun sudah mengenalnya sebagai dokter, bukan mamanya. Jadi, bukan masalah setiap kali James dan Emma pergi ke rumah dokter Anna. “Mau main apa, Sayang?” tanya James lembut. Ia bahkan membeli banyak buku panduan menjadi orang tua, dan juga ia tidak salah lagi membeli s**u untuk Emma. Kasihan dia, sejak lahir tidak mendapatkan ASI dari Kayla. Walaupun Emma masih menjadi seorang balita, ia cukup cerdas di umur sekecil ini. James sering membelikannya mainan-mainan yang mengedukasi, jadi otaknya sudah terlatih dan terbiasa untuk belajar sambil bermain. James pun tidak pernah marah, ia selalu s

