Alarm diponsel Lyora kembali berbunyi. Namun karena Lyora yang semalam tertidur cukup larut, maka kini ia masih saja terlelap cukup pulas. Sedangkan Leonard mulai terbangun dari tidurnya. Kedua mata Leonard pun kini membulat seketika dikala ia dapati bibirnya yang berada dikening Lyora. Terlebih satu lengannya memeluk posesive tubuh Lyora dengan satu tangan yang lain membelai kepala Lyora. Entah ada dimana guling pembatas yang sebelumnya ia letakan ditengah-tengah mereka. Jantungnya pun mulai berpacu kencang. Ia merasakan sebuah kenyamanan yang berbeda dikala ia berada diposisinya saat ini. Seakan merasa cukup sulit untuk dapat melepaskannya. Namun ia juga tak ingin terus saja larut dengan rasanya. ‘Oh s**t! Kemana guling sialan itu? Kenapa bisa gue berada diposisi seperti ini? Apa sebe

