Karenanya kini Lyora kerutkan keningnya dengan mata yang menyipit. “Mas Leon, kenapa kita jadi berhenti disini? Memangnya yang mana kamar, Mas Leon?” Karena kesal, Leonard pun tak menjawabnya seraya ia mulai membuka pintu kamarnya. Namun sebelum kini Lyora memasuki kamarnya. Lebih dulu Leonard balikan tubuhnya seratya menatap tajam kearah Lyora. “Wait! Kalau kamu sudah masuk kedalam. Gak usah lagi banyak tanya dan banyak komentar! Karena saya benci dikomentarin! Understand!” Lyora putar bola matanya malas seraya ia cebikan bibirnya. “Iya iya okkay! Bawel banget sih!” Lyora menjawabnya dengan ketus. Yang karenanya, Leonard semakin kesal padanya. Tanpa pesetujuan Leoard kini Lyora mulai memasuki kamarnya. Ia lewati begitu saja Leonard yang masih menatapmya sinis. Hingga kini ia dapati kam

