Lyora bersidekap dengan tatapan tajamnya kini. Seraya ia berjalan kearah Leonard yang dengan sengaja merentangkan kedua tangan juga kakinya diatas ranjang dengan matanya yang sudah tertutup . Seakan memang tak akan memberikan tempatnya kepada Lyora. Hingga kini Lyora duduki sudut ranjangnya dengan penuh emosi. “Ngapain pakai direntang-rentangin begini segala? Biar aku gak ikutan tiduran disini juga? Kamu tenang aja kali, Mas! Alhamdulillah hari ini aku sehat! Aku bisa tidur disofa itu! So, rapetin aja nih kaki kamu! besok pegel gak bisa ngantor lagi!” Lyora memakinya seraya ia rapatkan kedua kaki Leonard dengan kasar. Yang seketika membuat Leonard membuka kedua matanya dengan lebar dan bangkit begitu saja dari posisi tidurnya. “Kamu ini apa-apan sih! Gak sopan ngerti gak! Saya ini suami k

